Showing posts with label Kabar Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Kabar Pertanian. Show all posts

Kabar Tani: Memajukan Potensi Perkebunan Bintan

April 28, 2018

Kabupaten Bintan sejak dulu terkenal dengan perkebunannya. Bahkan Kelapa dan karet Bintan telah dimanfaatkan hingga ke manca negara. Artinya, perkebunan Bintan memang sudah berkembang dan ada sejak nenek moyang warga Bintan ada. Rasanya tidak berlebihan jika prospek perkebunan di Bintan cukup cerah, asalkan komitmen Bersama antara pemerintah dan masyarakat tetap dipertahankan. Utamanya, masalah harga komoditas perkebunan yang dipertahankan agar stabil.

Undang Undang nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan menyatakan bahwa perkebunan adalah segala kegiatan pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia, sarana produksi, alat dan mesin, budidaya, panen, pengolahan dan pemasaran terkait tanaman perkebunan. Dengan pengertian yang luas tersebut, penyelenggaraan perkebunan mengemban amanat dalam pembangunan nasional secara umum dan pembangunan daerah Kabupaten Bintan secara khususnya.

Amanat Undang-undang tentang perkebunantersebut mengharuskan penyelenggaraan pembangunan perkebunan ditujukan untuk  :
1.     Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran petani pekebun.
2.     Meningkatkan pendapatan APBD Kabupaten Bintan.
3.     Menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha.
4.     Meningkatkan produksi, produktivitas, kualitas nilai tambah, daya saing dan pangsa pasar.
5.     Meningkatkan dan memenuhi kebutuhan konsumsi serta bahan baku industri dalam daerah khususnya.
6.     Memberikan perlindungan pada pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.
7.     Mengelola dan mengembangkan sumber daya perkebunan secara optiml, bertanggung jawab dan lestari.
8.     Meningkatkan pemanfaatn jasa perkebunan.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 511/Kpts/PD.310/9/2006 tentang jenis komoditas tanaman binaan Direktorat Jenderal Perkebunan  bahwa komoditas binaan terdiri atas 127 jenis tanaman, berupa tanaman tahunan dan tanaman semusim dengan areal sebaran mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Dari 127 komoditas  binaan prioritas penanganan difokuskan pada pengembangan 2 kelompok komoditas yaitu  1) pengembangan 10 komoditas  strategis yang menjadi unggulan nasional yaitu, karet, kelapa sawit, kelapa, kakao, kopi, ada, teh, pala, tebu dan cengkeh. 2) Pengembangan 6 komoditas perkebunan lainnya seperti jambu mete, sagu, kemiri sunan, kapas, tembakau dan nilam yang diarahkan pada pemenuhan standar pelayanan minimum ( SPM ).  Pemerintah daerah didorong untuk memfasilitasi dan melakukan pembinaan komoditas spesifik dan potensial di wilayahnya masing masing.  Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan telah menetapkan komoditi unggulan daerah yang akan terus dikembangkan, komoditi tersebut adalah Karet, Kelapa sawit, Kelapa , Cengkeh, kakao dan pala.

Data tahun 2015, Luas wilayah Kabupaten Bintan   88.038,54 Km2, namun luas daratannya hanya 2,21 % (1.946,13 Km2) atau 194.613 Ha, sedangkan luas perkebunan  rakyat ±  10.168 Ha dan potensi perkebunan ±  6.010 Ha. Komoditas perkebunan yang dominan di Kabupaten Bintan yakni Karet, Kelapa, Kelapa Sawit, Cengkeh. Data luasan ini agar dipertahankan dan jika memungkinkan sebaiknya agar diperluas. Hal ini selain untuk membantu mensukseskan program penghijauan pulau, juga meningkatkan lapangan pekerjaan di pulau Bintan.

Sumber Data : Bappeda Kabupaten Bintan (2015)

Kabar Tani: Potensi Peternakan Bintan

April 25, 2018

Melalui sektor Peternakan diantaranya meliputi ternak hewan besar (Sapi, Domba/Kambing, Babi) dan unggas (Ayam dan itik) merupakan salah satu subsektor yang mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan perekonomian dan asupan gizi terutama protein asal hewani bagi masyarakat. Dengan meningkatnya tingkat pendapatan masyarakat, maka diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup keluarga sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Disamping itu, ketersediaan bahan makanan yang bergizi yang berasal dari produk peternakan secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Ketersediaan pangan yang cukup merupakan bagian yang sangat penting dalam kelangsungan kehidupan bermasyarakat. Bahkan ketahanan pangan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dan diwujudkan dalam membangun bangsa. Sehingga Program Kecukupan Daging atau Swasembada Daging dapat terwujud.

Untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu ternak berkelanjutan melalui pengembangan komoditas, SDM, kelembagaan dan kemitraan usaha, investasi usaha peternakan sesuai dengan kaedah pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup melalui Program Pemenuhan Pangan Asal Ternak dan Agribisnis Peternakan Rakyat. Program ini didukung beberapa kebijakan diantaranya adalah peningkatan produksi peternakan berbasis pengembangan kawasan agribisnis ternak. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 56 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian dan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 830 Tahun 2016 tentang Lokasi Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional bahwa Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau masuk kedalam kawasan pengembangan ternak sapi potong nasional. Selain itu, peningkatan pelayanan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner menjadi ujung tombak dalam mengamankan Kabupaten Bintan dari ancaman penyakit hewan menular strategis dan zoonosis. Hal ini mengingat Kabupaten Bintan merupakan daerah yang masih dinyatakan bebas beberapa penyakit hewan yang bersifat zoonosis, diantaranya rabies, brucellosis, anthraks, penyakit mulut dan kuku, Flu Babi, Mers Cov virus (Flu unta) dan lain-lain.

Potensi Peternakan Bintan
Pulau Bintan mempunyai potensi sumber air yang cukup sepanjang tahun, pulau ini terbentuk dari terobosan granit dan diorite pada zaman mesozoikum. Jenis tanah yang diperuntukkan pengembangan peternakan di Kabupaten Bintan sebagian besar termasuk kedalam podzolik, brown podzolik dan litosol, yakni jenis tanah podzolik terdiri dari satuan tanah tropudults dengan tekstur lapisan tanah atas agak halus dan lapisan tanah bawah halus. Tanah didaerah Bintan termasuk grup fisiografi marin, alluvial, dataran dan perbukitan. Disamping itu, potensi lahan, Kabupaten Bintan juga masih memiliki areal lahan pertanian yang masih cukup luas yakni sekitar 9.315 hektar. Dari luas lahan potensial pertanian tersebut, potensi lahan pengembangan peternakan seluas 1.427 hektar.

Melihat potensi lahan pengembangan subsektor peternakan tersebut, pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan berupaya untuk memaksimalkan potensi tersebut dengan terus melaksanakan pelayanan pengembangan peternakan di masyarakat. Adapun Pengembangan peternakan diantaranya meliputi ternak hewan besar (sapi), ternak hewan kecil (kambing dan babi) dan ternak unggas (ayam dan itik).

Ternak sapi potong yang dikembangkan adalah jenis sapi Bali, hal ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bintan Nomor: 524/distanhut/23 Tanggal 10 Januari 2011, sapi Bali memiliki keunggulan sebagai berikut: 1). Sapi Bali mudah beradaptasi dengan lingkungan, 2). Dapat hidup dilahan kritis, 3). Memiliki daya cerna yang baik terhadap pakan, 4). Kandungan lemak karkasnya rendah, 5).Harganya stabil jika dijual bahkan setiap tahun harganya cenderung meningkat. 6) Sapi Bali merupakan plasma nutfah asli Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.


Populasi keseluruhan ternak di Kabupaten Bintan pada tahun 2015  tercatat sebagai berikut; ternak sapi potong sebanyak 508 ekor, ternak kambing sebanyak 1106 ekor, ternak babi sebanyak 310 ekor, ternak ayam ras pedaging sebanyak 600.000 ekor, ternak ayam ras petelur sebanyak 198.900 ekor, ternak ayam buras 183.485 ekor dan ternak itik sebanyak 7.338 ekor.

Sumber: Dinas Pertanian dan Kehutanan Bintan (2015)

Kabar Pertanian: Deskripsi Salak Sari Intan, Salak Asli Bintan

April 18, 2018

               Ketersediaan varietas unggul bermutu baik, produktivitas tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, toleran terhadap cengkraman lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen, menjadi syarat yang harus dipenuhi pada era industrialisasi pertanian dan liberalisasi perdagangan bebas. Mengingat bahwa tanaman buah diharapkan menjadi pertumbuhan baru di sektor pertanian, maka upaya menghasilkan komoditi buah – buahan unggul bermutu tinggi dengan keunggulan kompetitif dan potensi hasil yang tinggi serta spesifik daerah dijadikan landasan kerja Dinas Pertanian  Kabupaten Bintan.
                 Salak merupakan tanaman buah asli indonesia. Salah satu kekuatan yang luar biasa bagi komoditas salak adalah ragam genetik yang tinggi yang tersebar hampir di setiap provinsi. Komoditas ini asli tropika  yang pusat penyebarannya terdapat di indonesia.

                 Buah salak mengandung vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, setiap 100 gr buah salak mengandung :
                 a.    Kalori             :    77
                 b.    Protein            :    0,5 gr
                 c.    Karbohidrat    :    20,9 gr
                 d.    Kalsium          :    28,9 mg
                 e.    Fosfor             :    18 mg
                 f.     Besi                     :       4,2 mg
                 g.    Vitamin B       :    0,04 mg
                 h.    Vitamin C       :    2 mg
                               Disamping berkembangnya isu yang memungkinkan masuknya komoditas salak dari negara lain yang menuntut adanya perbaikan mutu  dan produktifitas agar mampu bersaing dengan produk dari luar negeri serta dengan adanya kebijakan daerah mengelola daerahnya sendiri secara otonom yang konsekuensinya daerah harus dapat mengembangkan komoditas unggul baru yang spesifik wilayah, juga pada umumnya konsumen menyukai buah salak yang mempunyai karakter buah daging tebal, citarasa manis atau sedikit rasa sepet, serta tahan disimpan. Berdasar hal tersebut di atas maka Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan bekerja sama dengan Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau untuk melakukan perakitan varietas salak unggulan Kabupaten Bintan.
         b.    Varietas yang telah ada
                               Di Indonesia terdapat beragam jenis salak yang umumnya dikenal dengan daerah asal salak tersebut ditanam dan berkembang seperti salak bali, codet, padang sidempuan, manojaya, kersikan, swaru, pondoh nglumut dll. Di Kabupaten Bintan juga terdapat salak bintan yang penyebaranya di daerah Tanjung Uban serta varietas salak lain seperti salak pondoh, bali dan padang sidempuan, namun citarasanya tidak seenak yang ditanam didaerah asalnya. Salak bintan sudah berbaur dengan salak pondoh, bali, padang sidempuan yang kemudian diperbanyak petani secara  generatif. Hal ini menyebabkan tingginya variabilitas genetik salak di Kabupaten Bintan.
         B.    VARIETAS SALAK DARI KABUPATEN BINTAN
                 a.    Varietas salak yang telah dilepas di Kabupaten Bintan
                                      Hasil Penelitian yang merupakan kerjasama antara Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan, Balai Penelitian Buah Tropika, dan Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian Provinsi Riau dan di evaluasi selama bertahun – tahun yang meliputi kesetabilan sifat marfologi dan kualitas maupun kuantitas buah, ditetapkan varietas unggul baru salak dari Kabupaten Bintan yaitu “SARI INTAN” yang merupakan kepanjangan dari “Salak Research Institute Of Fruit Bintan” ini ada 3 varietas yang telah dilepas yaitu :
                        1.    SARI INTAN 48 (SK Mentan No. 3510/Kpts/SR.120/10/2009 Tanggal 12 Oktober 2009)
                        2.    SARI INTAN 295 (SK Mentan No. 3511/Kpts/SR.120/10/2009 Tanggal 12 Oktober 2009)
                        3.    SARI INTAN 541 (SK Mentan No. 3512/Kpts/SR.120/10/2009 Tanggal 12 Oktober 2009)
                        Dari ketiga varietas salak di atas mempunyai beberapa keistimewaan diantaranya karakter daging buah tebal (0,3 – 1,8 cm), rasa manis (TSS : 19 – 21 0 Brix) dan harum.
                 b.    SARI INTAN 48
                        1.    Silsilah                                            :    Bali Gula Pasir (Jantan) x Pondoh (Betina)
                        2.    Golongan Varietas                          :    Hibrida silang tunggal
                        3.    Tinggi tanaman                               :    395 cm
4.    Lebar tajuk                                      :    380 cm
5.    Bentuk Daun                                   :    Memanjang seperti pita
6.    Ukuran Daun                                   :    Panjang 223 – 290 cm, lebar 71 – 76 cm
7.    Warna Daun Bagian Atas               :    Hijau tua
8.    Warna Daun Bagian Bawah            :    Abu – abu
9.    Tepi daun                                        :    ¾ bagian tepi daun berduri halus
10.  Ujung Daun                                     :    Runcing
11.  Panjang Pelepah Daun                    :    100 – 110 cm
12.  Warna Pelepah Daun                       :    Cokelat Kehijauan
13.  Jarak Antar Helai Daun                   :    4,2 – 5,0 cm
14.  Ukuran Anakan Daun                      :    Panjang 43 – 53 cm lebar 3,9 – 4,8 cm
15.  Jarak antar Anakan Daun di pangkal   :   6,7 – 9,3 cm
16.  Jarak antar Anakan Daun di Ujung :    2,7 – 3,7 cm
17.  Kedudukan anak daun                     :    Sejajar dan Berkelompok
18.  Bentuk Duri                                     :    Tipis, Lancip, Besar
19.  Ukuran Duri                                    :    P 5 – 65 mm, L 1,0 – 5,0 mm
20.  Warna Duri                                      :    Hitam Kecokelatan
21.  Kedudukan duri pada pelepah         :    berkelompok 3 baris
22.  Sudut duri                                        :    Datar
23.  Jumlah duri / 10 cm pelepah           :    65 – 70 Duri
24.  Bentuk Bunga                                  :    Oval dengan Ujung Meruncing
25.  Warna Kelopak Bunga                    :    Cokelat Kehijauan
26.  Warna Mahkota Bunga                   :    Merah Muda
27.  Warna Kepala Putik                        :    Merah Muda Pucat
28.  Warna Tangkai Sari                        :    Merah Muda
29.  Jumlah Bunga Betina                      :    44 – 48 kuntum
30.  Warna Seludan Bunga                     :    Cokelat kehijauan
31.  Panjang Tandan Bunga                   :    29 – 31 cm
32.  Waktu berbunga                              :    Desember – Januari, Juni – Juli
33.  Waktu Panen                                   :    Juni – Juli, Desember – Januari
34.  Bentuk Buah                                    :    Agak bulat – lonjong
35.  Bentuk Buah Bagian Pucuk            :    Agak Tumpul
36.  Ukuran Buah                                   :    tinggi 5,1 – 5,8 cm, diameter 4,8 – 5,1 cm
37.  Warna Kulit Buah                           :    Cokelat kehitaman
38.  Tebal Daging Buah                         :    5 – 18 mm
39.  Warna Daging Buah                        :    Putih Kekuningan
40.  Tekstur Daging Buah                      :    Agak Lunak
41.  Rasa Daging Buah                           :    Manis
42.  Aroma Daging Buah                       :    Harum
43.  Kadar Gula                                      :    19,0 – 20,8 0 Brix
44.  Kadar Asam                                    :    0,62 – 0,82 %
45.  Kadar Vitamin C                             :    31,88 – 85,42 mg/100g
46.  Kadar Air                                        :    78,46 – 81,26%
47.  Bentuk Biji                                      :    Terdapat sisi datar dan cembung
48.  Warna Biji                                       :    Cokelat Tua
49.  Berat Biji                                         :    3,49 – 3,85 g
50.  Jumlah Biji / Buah                          :    1 – 3 Biji
51.  Jumlah Juring besar / Buah             :    1 – 3 Juring
52.  Jumlah Juring kecil / Buah              :    0 – 2 Juring
53.  Berat / Buah                                    :    55,8 – 63,4 g
54.  Jumlah Buah / Tandan                    :    40 – 60 Buah
55.  Jumlah Tandan / Tanaman              :    3 – 4 Tandan
56.  Ukuran Tandan                                :    P 12 – 16 cm, L 24 – 26 cm
57.  Prosentase bagian buah yang dapat     :   73,54 – 76,96%
       Dikonsumsi
58.  Daya Simpan Buah Pada Suhu Kamar :   10 – 14 Hari
       (26 – 280C)
59.  Hasil Buah                                       :    8,0 – 9,7 Ton / Ha/ Tahun
60.  Populasi Tanaman / Ha                   :    1.000 Tanaman
                
                 c.    SARI INTAN 295
                        1.    Silsilah                                            :    Mawar (Jantan) x Pondoh (Betina)
                        2.    Golongan Varietas                          :    Hibrida silang tunggal
                        3.    Tinggi tanaman                               :    397 cm
4.    Lebar tajuk                                      :    390 cm
5.    Bentuk Daun                                   :    Memanjang  seperti pita
6.    Ukuran Daun                                   :    Panjang 214 – 245 cm, lebar 82 – 95 cm
7.    Warna Daun Bagian Atas               :    Hijau tua
8.    Warna Daun Bagian Bawah            :    Abu – abu
9.    Tepi daun                                        :    1/2 bagian tepi daun berduri halus
10.  Ujung Daun                                     :    Runcing
11.  Panjang Pelepah Daun                    :    102 – 106 cm
12.  Warna Pelepah Daun                       :    Cokelat Kehijauan
13.  Jarak Antar Helai Daun                   :    5,0 – 5,5 cm
14.  Ukuran Anakan Daun                      :    Panjang 53 – 56 cm lebar 4,5 – 5,0 cm
15.  Jarak antar Anakan Daun di pangkal   :   6,7 – 9,3 cm
16.  Jarak antar Anakan Daun di Ujung :    3,5 – 5,5 cm
17.  Kedudukan anak daun                     :    Sejajar dan Berkelompok
18.  Bentuk Duri                                     :    Tipis, Lancip, kecil
19.  Ukuran Duri                                    :    P 5 – 75 mm, L 1,0 – 0,44 mm
20.  Warna Duri                                      :    Cokelat
21.  Kedudukan duri pada pelepah         :    berkelompok 3 baris
22.  Sudut duri                                        :    Keatas
23.  Jumlah duri / 10 cm pelepah           :    129 – 135 Duri
24.  Bentuk Bunga                                  :    Oval dengan Ujung Meruncing
25.  Warna Kelopak Bunga                    :    Cokelat Kehijauan
26.  Warna Mahkota Bunga                   :    Merah Muda
27.  Warna Kepala Putik                        :    Merah Muda Pucat
28.  Warna Tangkai Sari                        :    Merah Muda
29.  Jumlah Bunga Betina                      :    41 – 46 kuntum
30.  Warna Seludan Bunga                     :    Cokelat kehijauan
31.  Panjang Tandan Bunga                   :    31 – 39 cm
32.  Waktu berbunga                              :    Desember – Januari, Juni – Juli
33.  Waktu Panen                                   :    Juni – Juli, Desember – Januari
34.  Bentuk Buah                                    :    Lonjong – Agak Bulat
35.  Bentuk Buah Bagian Pucuk            :    Runcing
36.  Ukuran Buah                                   :    tinggi 5,0 – 5,8 cm, diameter 4,4 – 4,8 cm
37.  Warna Kulit Buah                           :    Cokelat kehitaman
38.  Tebal Daging Buah                         :    3 – 18 mm
39.  Warna Daging Buah                        :    Putih Krem
40.  Tekstur Daging Buah                      :    Agak Renyah
41.  Rasa Daging Buah                           :    Sangat Manis
42.  Aroma Daging Buah                       :    Harum
43.  Kadar Gula                                      :    19,0 – 21,0 0 Brix
44.  Kadar Asam                                    :    0,51 – 1,23 %
45.  Kadar Vitamin C                             :    21,03 – 35,79 mg/100g
46.  Kadar Air                                        :    77,30 – 79,00%
47.  Bentuk Biji                                      :    Segitiga
48.  Warna Biji                                       :    Cokelat Tua
49.  Berat Biji                                         :    3,04 – 4,19 g
50.  Jumlah Biji / Buah                          :    1 – 3 Biji
51.  Jumlah Juring besar / Buah             :    1 – 3 Juring
52.  Jumlah Juring kecil / Buah              :    0 – 2 Juring
53.  Berat / Buah                                    :    42,0 – 60,0 g
54.  Jumlah Buah / Tandan                    :    11 – 30 Buah
55.  Jumlah Tandan / Tanaman              :    2 – 3 Tandan
56.  Ukuran Tandan                                :    P 26 – 31 cm, L 8 – 12 cm
57.  Prosentase bagian buah yang dapat     :   73,54 – 76,96%
       Dikonsumsi
58.  Daya Simpan Buah Pada Suhu Kamar :   10 – 14 Hari
       (26 – 280C)
59.  Hasil Buah                                       :    8,0 – 9,7 Ton / Ha/ Tahun
60.  Populasi Tanaman / Ha                   :    1.000 Tanaman

                 d.    SARI INTAN 541
                        1.    Silsilah                                            :    Gondok (Jantan) x Pondoh (Betina)
                        2.    Golongan Varietas                          :    Hibrida silang tunggal
                        3.    Tinggi tanaman                               :    325 cm
4.    Lebar tajuk                                      :    200 cm
5.    Bentuk Daun                                   :    Memanjang seperti pita
6.    Ukuran Daun                                   :    Panjang 180 – 190 cm, lebar 70 – 80 cm
7.    Warna Daun Bagian Atas               :    Hijau
8.    Warna Daun Bagian Bawah            :    Abu – abu muda
9.    Tepi daun                                        :    1/2 bagian tepi daun berduri halus
10.  Ujung Daun                                     :    Tumpul
11.  Panjang Pelepah Daun                    :    73 – 78 cm
12.  Warna Pelepah Daun                       :    Cokelat Kehijauan
13.  Jarak Antar Helai Daun                   :    2,7 – 5,0 cm
14.  Ukuran Anakan Daun                      :    Panjang 47 – 49 cm lebar 4,2 – 4,6 cm
15.  Jarak antar Anakan Daun di pangkal   :   4,5 – 5,7 cm
16.  Jarak antar Anakan Daun di Ujung :    1,5 – 3,5 cm
17.  Kedudukan anak daun                     :    Sejajar dan Berkelompok
18.  Bentuk Duri                                     :    Tipis, Lancip, Kecil
19.  Ukuran Duri                                    :    P 5 – 55 mm, L 1,5 – 3,5 mm
20.  Warna Duri                                      :    Hitam
21.  Kedudukan duri pada pelepah         :    berkelompok 3 baris
22.  Sudut duri                                        :    Datar
23.  Jumlah duri / 10 cm pelepah           :    107 - 115 Duri
24.  Bentuk Bunga                                  :    Oval dengan Ujung Meruncing
25.  Warna Kelopak Bunga                    :    Cokelat Kehijauan
26.  Warna Mahkota Bunga                   :    Merah Muda
27.  Warna Kepala Putik                        :    Merah Muda Pucat
28.  Warna Tangkai Sari                        :    Merah Muda
29.  Jumlah Bunga Betina                      :    48 – 50 kuntum
30.  Warna Seludan Bunga                     :    Cokelat kehijauan
31.  Panjang Tandan Bunga                   :    24 – 25 cm
32.  Waktu berbunga                              :    Desember – Januari, Juni – Juli
33.  Waktu Panen                                   :    Juni – Juli, Desember – Januari
34.  Bentuk Buah                                    :    Agak bulat – lonjong
35.  Bentuk Buah Bagian Pucuk            :    Meruncing
36.  Ukuran Buah                                   :    tinggi 5,3 – 5,8 cm, diameter 4,3 – 4,8 cm
37.  Warna Kulit Buah                           :    Cokelat tua
38.  Tebal Daging Buah                         :    4 – 18 mm
39.  Warna Daging Buah                        :    Krem Kekuningan
40.  Tekstur Daging Buah                      :    Renyah
41.  Rasa Daging Buah                           :    Manis
42.  Aroma Daging Buah                       :    Harum
43.  Kadar Gula                                      :    19,0 – 20 0 Brix
44.  Kadar Asam                                    :    0,34 – 1,25 %
45.  Kadar Vitamin C                             :    29,82 – 44,96 mg/100g
46.  Kadar Air                                        :    75,90 – 76,07%
47.  Bentuk Biji                                      :    Terdapat sisi datar dan cembung
48.  Warna Biji                                       :    Cokelat Tua
49.  Berat Biji                                         :    3,03 – 5,17 g
50.  Jumlah Biji / Buah                          :    1 – 3 Biji
51.  Jumlah Juring besar / Buah             :    1 – 3 Juring
52.  Jumlah Juring kecil / Buah              :    0 – 2 Juring
53.  Berat / Buah                                    :    48,4 – 59,9g
54.  Jumlah Buah / Tandan                    :    80 – 97  Buah
55.  Jumlah Tandan / Tanaman              :    3 – 4 Tandan
56.  Ukuran Tandan                                :    P 13 – 16 cm, L 24 – 26 cm
57.  Prosentase bagian buah yang dapat     :   71,29 – 74,82%
       Dikonsumsi
58.  Daya Simpan Buah Pada Suhu Kamar :   10 – 14 Hari
       (26 – 280C)
59.  Hasil Buah                                       :    7,0 – 10,2 Ton / Ha/ Tahun
60.  Populasi Tanaman / Ha                   :    1.000 Tanaman


Informasi ini diketik / disusun ulang oleh: Muga Bhakti W 
Staf Dinas Pertanian Kabupaten Bintan