Showing posts with label Kabar Kesehatan Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Kabar Kesehatan Lingkungan. Show all posts

Pentingnya Tempat Pembuangan Sampah di Sekolah

June 21, 2018

Sampah merupakan sesuatu yang kerap berdampingan dengan aktivitas hidup manusia karena sampah merupakan hasil buangan dari adanya aktivitas sehari-hari. Sampah dapat dikenal dari segi sumber sampah, dimana sumber sampah yang di bahas di sini adalah sumber sampah dari sekolah. Tanpa kita sadari, sekolah merupakan tempat penyumbang sampah dalam volume yang cukup besar setiap hari dan jenis sampah yang beragam jika dibandingkan dengan sampah yang bersumber dari rumah tangga. Mengapa demikian?
              Sekolah dan rumah tangga berbeda karena dari segi penghasil sampah yaitu sumber ruangan penghasil sampah, sekolah lebih dominan dari jumlah ruangan yang menghasilkan sampah, contohnya yaitu setiap ruangan kelas, majelis guru, laboratorium, perpustakaan, ruangan tata usaha, ruangan kepala sekolah, aula, mushola, kantin, lingkungan taman, dan lain-lain. Jenis sampah yang dihasilkan dari aktivitas sekolah juga beragam, diantaranya jenis sampah organik dan anorganik seperti sampah sisa makanan, tisu, botol plastik, gelas plastik, kantong plastik, kertas, karton, dedaunan, dan lain sebagainya. Jumlah orang yang menghasilkan sampah juga lebih besar jumlah orang yang menghasilkan sampah di sekolah daripada yang menghasilkan sampah di rumah tangga.
              Mari kita bayangkan jika sekolah tidak menyediakan wadah penampungan yang cukup baik dari segi jumlah dan kapasitas penampungan, serta tidak adanya pengelolaan sampah yang baik setiap harinya di sekolah, apa yang terjadi? Yang terjadi adalah penumpukan sampah yang tidak baik dalam segi estetika penglihatan dan tidak baik bagi sirkulasi udara sekitar sekolah karena sampah dapat menimbulkan bau, belum lagi jika wadah penampungan yang digunakan tidak memenuhi syarat seperti tidak kedap air dan tidak memiliki tutup, sampah akan mengundang lalat dari bau sampah itu tadi sehingga beresiko kepadatan lalat tinggi dan tidak sehat jika lalat tersebut berada pada kantin yang mana kantin adalah tempat berkumpulnya makanan dan minuman di sekolah.
              Lantas, apa pengelolaan sampah yang bisa dilakukan mengingat bahaya jika sampah tidak dikelola di sekolah dengan baik? Yang dapat dilakukan pertama adalah menyediakan wadah penampungan berupa tempat sampah kedap air dan tertutup yang sudah dibedakan yaitu sampah organik dan anorganik di setiap ruangan serta lingkungan sekolah yang dapat menghasilkan sampah, yang kedua yang dilakukan adalah adanya petugas kebersihan sekolah yang bertugas mengangkut sampah di setiap berakhirnya aktivitas sekolah dengan dibekali keterampilan seperti mengetahui sampah organik dan anorganik, memilah sampah setiap pengangkutan dan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti topi, sepatu boot, sarung tangan dan masker agar terhindar dari kontaminasi sampah, yang ketiga yang dilakukan adalah pengenalan kepada siswa sekolah tentang bahaya sampah dan pentingnya menjaga lingkungan sekolah dari sampah, siswa dapat dilibatkan dalam piket harian, piket umum setiap minggu dan sebagai pelaksana dari pengelolaan sampah secara langsung.
              Yang keempat dapat dilakukan adanya program khusus untuk pengelolaan sampah, mau dilakukan pengelolaan seperti apa sampah yang ada di sekolah, program pengelolaan sederhana yang dapat dilakukan contohnya pengelolaan sampah menjadi kompos dan adanya keterampilan kerajinan dari sampah plastic maupun bank sampah jika sekolah mampu menerapkan sampah menjadi rupiah bagi sekolah dengan mengajarkan kepada siswa sekolah. Yang kelima dapat dilakukan adalah adanya jadwal yang tertata rapi sehingga kegiatan pengelolaan sampah dapat terjadwal dengan benar.
              Sampah yang bersumber dari sekolah dan sudah dilakukan pengelolaan sampah mulai dari sekolah dapat meringankan volume sampah yang sehari-hari ada di masyarakat, selain itu juga bermanfaat mengajarkan siswa tentang ilmu dan kebiasaan pengelolaan sampah yang baik sehingga apabila sudah jadi kebiasaan yang baik di sekolah dapat pula siswa terapkan di rumah dan lingkungan hidup sekitar.
Penulis: Medi Sasmita

Mengenal Sanitasi Rumah Makan

June 21, 2018

Rumah makan adalah suatu tempat pengolahan makanan yang memproduksi maupun menjual makanan dan minuman bagi masyarakat untuk umum ditempat usahanya. Rumah makan juga merupakan tempat bertemunya antara pelayan rumah makan, pengunjung maupun yang ingin makan dirumah makan tersebut. Dan dirumah makan tersebut juga terdapat yg mengolah makanan dan penjamah makanan. Rumah makan juga akan menghasilkan limbah, limbah yang berdampak negative diluar maupun didalam rumah makan tersebut. Dikarenakan kegiatan rumah makan dapat menjadi media penularan/pemaparan penyakit dari penjamah makan atau yang mengolah makanan kepada yang mengkonsumsi makanan tersebut. Maka dari itu kebersihan rumah makan sangatlah penting, karena rumah makan perlu mendapat pengawasan khusus mengenai keadaan sanitasinya. Bila tidak akan menimbulkan dampak-dampak yang buruk seperti penyakit menular.
Sanitasi Rumah Makan:
Merupakan upaya pengendalian atau pengawasan untuk mengendalikan factor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan.
Manfaat Sanitasi Rumah Makan:
Menurunnya dampak negative terhadap lingkungan dan masyrakat, meningkatnya citra baik rumah makan tersebut sehingga masyarakat senang berkunjung kerumah makan tersebut, meningkatkan hygiene perseorangan penjamah makanan dan perilaku sehat penjamah makanan, berkurangnya terjadinya penularan penyakit dirumah makan tersebut dan terhindar dari gangguan serangga. Karena jika suatu rumah makan tersebut sehat dan aman tidak adanya serangga mengunjungi dan rumah makan tersebut bisa dikatakan sehat.
Kesehatan Lingkungan dirumah makan:
1. Persyaratan lokasi dan bangunan rumah makan
2. Persyaratan fasilitas sanitasi
3. Persyaratan dapur, ruang makan, gudang makanan
4. Tempat penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi
5. Ketentuan peralatan
6. Tenaga kerja
7. Pengolahan makanan
Selain dari poin-poin diatas ada juga terdapat media penular penyakit yang bisa terjadi pada rumah sakit yang tidak terjaga sanitasi nya, berikut:
-        Air kotor dan air minum
-        Udara
-        Makanan
-        Alat dan bahan lain
-        Serangga
-        Tenaga kesehatan dan karyawan lainnya.

Dan tidak lupa juga jika dalam suatu rumah makan haruslah karyawan/i memiliki sertifikat kesehatan, mengapa harus? Karena karyawan/i tersebut bisa menjadi penjamah makanan atau sebagai pengolah makanan. Jika karyawan/i sehat maka makanan yang diolah dan dijamah pun terhindar dari penyakit dan yang mengkonsumsi pun menikmati hidangan yang sehat. Masih banyak pengusaha rumah makan yang tidak mengetahui tentang syarat-syarat dalam memilih karyawan/i, biasanya jika mereka dapat mengolah makanan seorang pengusaha rumah makan tersebut langsung memperkerjakannya. Jadi sebagai Sanitarian harus memberikan penyuluhan tentang persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan.
Sehat Pangkal Kaya.
Penulis: Natalia Kristin

Menimbang Dampak Kemajuan Teknologi Masa Kini

June 04, 2018

Semakin hari dunia semakin maju, banyak teknologi yang berkembang dengan cepat sehingga tidak memungkinkan manusia tidak up to date dalam perkembangan dunia teknologi dan informasi. Saat ini kehidupan kita tak mungkin terlepas dari pengaruh globalisasi. Yang dapat kita lakukan hanya bisa mengikuti derasnya arus globalisasi dan memanfaatkan dampak positif dari globalisasi. Berbagai informasi entah itu informasi positif maupun negatif di berbagai belahan dunia dapat dengan cepat dan mudah kita ketahui dengan kemajuan teknologi. Bahkan kita juga bisa berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia dengan mudah melalui berbagai sosial media dan kini malah dapat bertatap muka dengan mereka. Adanya teknologi Informasi semacam internet sekarang ini juga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu perkembangan Teknologi Informasi harus disikapi dengan sikap terbuka dan diterima dengan baik oleh kita. Karena mau tidak mau kita harus mengikutinya. Walaupun harus diakui bahwa dengan perkembangan Teknologi Informasi yang begitu pesat sekarang ini selain membawa dampak positif juga berdampak negatif bagi yang menyalahgunakannya.
Sangatlah banyak gadget untuk mempermudah menggunakan Teknologi Informasi pada saat ini, misalnya komputer, laptop, ipod, ipad, game player, bahkan telepon genggam yang dirancang secanggih mungkin untuk mempermudah menggunakan Teknologi Informasi. Kemajuan teknologi dalam bentuk telepon genggam (HP) atau yang sekarang dikenal dengan gadget sudah merebak ke masyarakat luas mulai dari masyarakat kota hingga ke pelosok desa. Selain di tandai semakan mudahnya mendapatkan informasi dari belahan bumi lain, kemajuan teknologi juga dimanfaatkan sebagai media hiburan.  Disamping penggunaan gadget yang sangat dibutuhkan di era globalisasi ada beberapa dampak positif dan dampak negatif.
Dampak Positif dari gadget :
  1. Mudah dibawa kemana-mana
  2. Dapat membantu menyelesaikan pekerjaan secara efektif
  3. Dapat mempermudah komunikasi dengan sms melalui telepon gennggam
  4. Bisa main game canggih
  5. Bisa mendengarkan musik sepuasnya
  6. Dapat mengambil foto atau merekam aktivitas dengan menggunakan gedget, misalnya camera pocket
  7. Dapat mengikuti dan mengetahui segala perkembangan yang ada di dunia dengan menggunakan gadget seperti Skiff Reader via Internet.
Dampak Negatif dari gadget :
  1. Jika menggunakan gadget terlalu lama maka kerap berpengaruh bagi kesehatan seperti gangguan pada syaraf mata dan otak
  2. Dengan banyak kemudahan maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan
  3. Kemudahan mengakses teknologi informasi menggunakan gadget mempercepat segalanya, sehingga tanpa disadari generasi mendatang dikondisikan untuk tidak tahan dengan kelambanan
  4. Penggunaan gadget untuk mengoptimalkan kecepatan penggunaan teknologi informasi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal dan lupa akan pelajaran, sehingga karena keasikan bermain gadget anak akan lupa dengan tugas dan kewajibannya sebagai pelajar
Saat ini, banyak orang-orang, terutama kalangan anak-anak yang memanfaatkan teknologi ini untuk hiburan, salah satunya bermain games online. Jika kita kembali pada beberapa tahun kebelakang. Jarang sekali orang dapat bermain Games Online. Dikarenakan masa itu internet hanya tersedia di kota-kota besar. Selain itu jumlah manusia yang memiliki komputer dan handphone sangat terbatas. Hanya orang-orang golongan kelas atas dan kalangan bisnis yang memiliki fasilitas tersebut. Sedangkan, sekarang hampir semua orang menggenggam Smartphone di tangan, tidak terkecuali anak-anak.
Pada zaman dahulu, anak-anak akan sangat aktif dalam bermain kelompok sehingga terjalin hubungan sosial yang kuat. Seperti anak-anak akan bermain gasing, layang-layangan, lompat tali, kejar-kejaran dan lain lain. Permainan tersebut tentu saja tidak menyenangkan jika hanya dimainkan sendiri. Sehingga dari kecil anak-anak sudah terbiasa melakukan hubungan sosial dan mempunyai banyak teman. Selain diajarkan peka dalam hubungan sosial, permainan tersebut juga meningkatkan kreatifitas anak dalam menciptakan sesuatu. Secara kesehatan juga anak-anak lebih berenergi karena banyaknya bergerak dan menguras keringat sehingga tidak membuat gangguan pada organ-organ tertentu. Permainan tradisional juga memberikan kemandirian kepada anak- anak, salah satunya adalah, jika akan bermain gasing anak-anak biasanya membuat gasing tersebut secara independent. Begitu juga dengan pembuatan layang-layang. Sehingga anak-anak yang telah terbiasa melakukan itu secara mandiri, mereka secara tidak lansung telah belajar sesuatu hal yang besar yaitu mereka diajarkan untuk lebih menghargai suatu proses.
Permainan tersebut merupakan budaya permainan lama yang masih dapat anak-anak mainkan dan tidak berbahaya bagi mereka. Hanya saja seiring perkembangan teknologi sekarang ini, permainan tradisional itu mulai menghilang dan hanya dimainkan oleh kalangan bawah saja. Anak-anak akan cenderung untuk memilih permainan instant, yang tentunya lebih mudah. Jika mereka memiliki komputer dan smartphone, maka mereka cukup men-download games yang menjamur di internet. Setelah itu permainan tersebut sudah dapat dimainkan. Di usia yang masih kecil itu, tidak seharusnya anak diberikan langsung gadget untuk bermain. Hal tersebut bisa mempengaruhi perkembangan anak dan memicu gangguan kesehatan seperti gangguan syaraf mata dan lemahnya otak pada usia dini. Beberapa efek negatif yang dapat ditimbulkan dari gadget adalah semakin berkurangnya hubungan sosial terhadap lingkungan sekitar sehingga dia hanya ingin diam dan malu untuk berbicara ketika dihadapkan dengan teman-teman seusianya. Padahal dalam usia tersebut, anak-anak harus berlatih untuk berkomunikasi agar dia tumbuh baik kedepannya. Jadi, sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak sekarang lebih bersifat individualistik dari pada anak-anak zaman dulu.
Selain itu juga membuat anak-anak lupa waktu, dikatakan dengan membuat anak-anak lupa waktu, karena berbeda dengan anak-anak zaman dulu yang bermain di lingkungan alam sehingga terbatas waktu pada siang saja sedangkan pada zaman sekarang anak akan mudah bermain kapan saja dan dimana saja, jadi tidak mengherankan jika anak-anak sekarang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain, tidak perduli siang ataupun malam hari. Di kalangan anak-anak saat ini juga sudah mengenal berbagai sosial media melalui gadget, hal tersebut bisa menanamkan sifat agresif pada anak, hal ini bermaksud jika anak-anak berhubungan dengan internet, anak-anak bisa mengenal sosial media dan banyak sekali informasi yang mungkin tak pantas diterima oleh anak-anak. Game yang mereka mainkan di gadget pun terkadang mengajarkan hal-hal negatif, seperti berkelahi, mencuri, konten-konten dewasa, dan masih banyak lagi. Hal tersebut bisa memicu anak-anak untuk melakukan tindakan kejahatan seperti tindakan kriminal, menghack akun atau fasilitas negara, maupun melakukan penipuan. Hal tersebut kurangnya pengawasan dari orang tua anak sehingga tidak heran jika anak-anak pada era globalisasi sudah mampu melakukan hal-hal tersebut.  Di sini peran orang tua sangat diperlukan untuk mendampingi mereka saat bermain gadget dan memfilter informasi yang mereka dapat dari gadget tersebut.
Kemudian di kalangan remaja gadget sudah menjadi barang yang tak mungkin terlepas dari genggaman mereka. Kapanpun dan dimanapun mereka berada gadget pasti selalu mereka bawa. Bahkan timbul rasa cemas jika HP mereka tertinggal. Untuk tetap eksis mereka selalu meng-update aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan. Gadget juga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Kecenderungan lebih asik berkomunikasi dengan orang lain di dunia maya malah membuat kita jarang berkomunikasi dengan orang lain di sekitar kita. Hal ini membuat yang jauh terasa dekat namun yang dekat malah menjadi jauh. Berkembangnya kecanggihan gadget juga menggoda kita untuk terus memperbaharui gadget agar tidak ketinggalan zaman atau takut dibilang kudet (kurang up-to-date). Hal ini membuat gaya hidup kita terpengaruh yaitu menjadi konsumerisme.
Pada dasarnya, kemajuan teknologi gadget dan pengaruhnya dalam kehidupan harus dapat kita hadapi dengan tindakan yang bijaksana dari diri sendiri, keluarga maupun masyarakat luas agar tidak menghilangkan jati diri kita dan budaya kita yang dikenal memiliki norma dan nilai-nilai budaya yang baik serta budi pekerti yang luhur. Selain itu permainan tradisonal juga jangan ditinggalkan. Selain dapat membangun nilai sosial, ini juga menjadi identitas kebudayaan kita.
Kita juga harus pandai-pandai memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengembangkan pengetahuan kita, memudahkan kita berkomunikasi dan mengembangkan kreativitas sehingga kita bisa menjadi masyarakat yang maju. Dan juga anak-anak kita dapat terhindar dari dampak negatif penggunaan dari gadget itu sendiri. Apalagi bagi anak-anak dan para remaja yang merupakan penerus perjuangan bangsa. Orang tua harus mendidik dan mengawasi mereka agar dapat terhindar dari pengaruh negatif gadget.
Penulis : Soeci Pratiwi Mandayati Rahayu

Observasi Lapangan di Puskesmas Batu X Tanjungpinang

June 04, 2018

Perlu kita ketahui bahwa masalah lingkungan erat sekali kaitannya dengan dunia kesehatan. Untuk mencapai kondisi masyarakat yang sehat diperlukan lingkungan yang baik. Dalam hal ini rumah sakit dan puskesmas sebagai sarana kesehatan harus lah memperhatikan masalah lingkungan tersebut. Karena aktivitas kegiatan yang dilakukan oleh rumah sakit dan puskesmas tidak akan terlepas dari yang namanya limbah, baik itu limbah padat, cair ataupun gas yang mengandung kuman patogen, zat-zat kimia serta alat-alat kesehatan yang pada umumnya bersifat berbahaya dan beracun.
Mahasiswa/i tingkat 2A Angkatan 8 Kesehatan Lingkungan dari Politeknik Kesehatan TanjungPinang berdatangan untuk melakukan observasi lapangan di Puskesmas Batu X yang mana mahasiswa/i tersebut beranggotakan sebanyak 9 orang yang di pandu oleh 2 dosen pembimbing dari Prodi D3 Kesehatan Lingkungan. Sesampainya di tempat tujuan terlihat wajah yang penuh semangat dan bergairah untuk segera ingin melakukan kegiatan observasi lapangan di Puskesmas Batu X. Maksud dan tujuan mahasiwa/i yang datang kesana adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan limbah padat medis Puskesmas Batu X Kota TanjungPinang.
Sebelum kegiatan observasi lapangan dilakukan mahasiswa/i serta dosen pembimbing melakukan perkenalan terlebih dahulu dengan CI ibu Nelvi Sitanggang. Setelah perkenalan dilakukan mahasiswa/i menerima materi yang diberikan oleh Ibu Nelvi selaku CI sebelum melakukan kegiatan observasi lapangan, penerimaan materi berlangsung dengan sangat menarik yang mana mahasiwa/i mempunyai banyak pertanyaan yang ditujukan kepada CI sehingga waktu yang diperlukan untuk penerimaan materi cukuplah lama.
Ibu Nelvi juga sempat bercerita mengenai Profil Puskesmas Batu X dan geografisnya, dan ternyata Puskesmas Batu X ini sudah berdiri sejak lama yaitu pada tanggal 26 Januari 1980 yang terletak dikelurahan Pinang Kencana dengan luas wilayah kerja 36 Km2. Puskesmas Batu X TanjungPinang merupakan puskesmas traumatic center dengan jadwal pelayanan mulai dari jam 08.00 s/d 20.00 wib. Wilayah cakupan pelayanan Puskesmas Batu X meliputi 2 kelurahan yaitu kelurahan Pinang Kencana dengan jumlah penduduk 30.441 jiwa dan kelurahan Air Raja 14.357 jiwa total penduduk 44.798 jiwa.
Setelah penerimaan materi selesai mahasiwa/i langsung diajak Ibu Nelvi untuk melakukan observasi lapangan dari awal. Pertama-tama Ibu Nelvi mengajak mahasiswa/i ke setiap poli yang ada di Puskesmas untuk melihat bagaimana pemisahan sampah medis padat di setiap poli. Sambil melakukan observasi Ibu Nelvi memberitahu bahwa pengumpulan sampah di Puskesmas Batu X ini diangkut dari tiap-tiap poli setiap sore oleh cleaning service dengan menggunakan plastik sampah, yang mana untuk sampah medis infeksius akan ditampung di ruangan TPS infeksius sebelum dilakukan proses pengolahan, wadah TPS yang digunakan terbuat dari drum-drum. Ibu Nelvi juga memberitahu bahwa untuk sampah domestik  Puskesmas Batu X langsung di buang ke kontainer sampah terdekat.
Puskesmas Batu X ini mengelola sampah medisnya dengan mengirimkan ke RSUD Raja Ahmad Tabib untuk dikelola dengan menggunakan insinerator dalam jangka waktu 2 kali dalam satu bulan tergantung sampah yang dihasilkan oleh puskesmas. Sampah medis tersebut tidak dipilah, semuanya masuk kedalam plastik. Sampah medis tersebut berupa, handscoon, kain kassa, kaca, ampul dll.
Disana mahasiwa/i hanya melihat tiga poli saja karena hal ini bertujuan agar tidak mengganggu aktivitas atau kegiatan yang sedang berlangsung di Puskesmas Batu X. Salah satu ruangan-ruangan yang menghasilkan sampah medis padat yaitu seperti ruangan imunisasi, poli gigi, poli tindakan dan laboratorium. Ruangan-ruangan tersebut diberikan dua tempat sampah yaitu untuk sampah non medis dengan plastik berwarna hitam dan sampah medis plastik berwarna kuning. Tiap-tiap ruang diberikan safety box untuk wadah pembuangan jarum. Kemudian di Puskesmas Batu X pada ruangan poli gigi tersedia autoclave yang berfungsi untuk mensterilkan alat-alat medis yang akan digunakan.
Kemudian Ibu Nelvi juga memberitahu bahwa untuk safety box pada setiap ruangan apabila sudah penuh nantinya akan dibuang ke TPS infeksius yang mana setiap 2 bulan sekali sampah medis padat tersebut akan di kirim bersama limbah medis lainnya ke RSUD Raja Ahmad Tabib untuk di kelola dengan menggunakan insinerator.
Puskesmas Batu X sempat memiliki sumur untuk jarum namun tidak digunakan kembali karena menurut petugas kesehatan lingkungan disana menggunakan sumur tidak efektif karena perlu memakai penghancur jarum.
Untuk limbah farmasi baik obat-obatan yang bentuknya padat maupun cair dikelola sendiri oleh bagian farmasi yang biasanya dilakukan berita acara untuk pemusnahan obat-obatan tersebut.
Limbah sisa darah dari pengambilan sampel darah dibuang ke IPAL di Puskesmas Batu X. IPAL ini terdiri dari 3 bak, setiap 6 bulan sekali diberikan 15 tablet desinfektan.
Pengangkutan sampah medis dari Puskesmas Batu X ke RSUD menggunakan pick up khusus dari RSUD. Pengangkutan dan pengelolaan sampah ke RSUD ini dikenakan biaya Rp. 35000/kg. Timbulan sampah di Puskesmas Batu X ini berkisar 30 kg/bulan.
Setelah observasi lapangan selesai dilakukan mahasisawa/i beserta 2 dosen pembimbing mengajak Ibu Nelvi Sitanggang untuk melakukan sesi foto bersama tepatnya di depan halaman Puskesmas Batu X. Dengan ini maka observasi lapangan yang dilakukan oleh mahasiwa/i telah selesai. Kemudian mahasiswa/i mengucapkan terimakasih kepada Ibu Nelvi Sitanggang yang mana telah menjelaskan bagaimana proses pengolahan limbah padat medis di Puskesmas batu X. Serta terlihat di wajah mahasiwa/i suatu kepuasaan dan senyuman merekah karena telah mengetahui bagaimana proses pengolahan limbah padat medis Puskesmas Batu X.
Penulis Kabar : Rima Folentia

Ayo Budayakan Hidup Sehat dengan PHBS dan GERMAS

June 04, 2018

Kesehatan merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan kita karena jika kita tidak menjaga kesehatan maka akan mengakibatkan fatal dalam hidup kita sendiri. Kesehatan merupakan kondisi dimana kita berada jauh atau terbebas dari penyakit. Merupakan suatu yang mahal jika dibandingkan dengan hal-hal yang lain. Bagaimana tidak, harta yang melimpah, memiliki paras tampan atau cantik, memiliki badan tegap dan gagah, semuanya itu akan hilang dalam sekejap jika tubuh kita terserang penyakit atau tidak sehat. Di zaman yang serba modern ini, gaya hidup kita sudah berubah dan tidak jarang kita mengabaikan pentingnya pola hidup sehat.
Kesehatan yang baik adalah kondisi dimana tubuh serta pikiran kita berfungsi dengan baik. Tetapi sudah ada banyak hal yang dapat membuat kondisi kesehatan menjadi buruk, diantaranya adalah pola makan yang tidak teratur dan juga pola hidup yang tidak sehat. Maka dari itu, tidak heran jika kita mudah terkena berbagai macam penyakit. Bahkan diusianya yang masih produktif, sudah banyak masyarakat yg terserang penyakit seperti gangguan pencernaan, kolesterol, diabetes, ataupun obesitas. Itu semua disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat dan juga pola makan yang tidak teratur. Jika tubuh kita sehat, maka segala kegiatan hidup kita dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Dan, hal tersebut hanya dapat kita capai jika kita membudayakan pola hidup sehat. Tentunya banyak sekali cara agar kita bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang datang pada tubuh kita seperti olah raga secara teratur, banyak mengonsumsi air putih, makan dengan teratur, tidur yang cukup dan lain sebagainya.
Kesehatan masyarakat erat kaitannya dengan perilaku dan lingkungan. HL Bloem (1908) telah mengidentifikasi bahwa derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor yakni: Perilaku, Lingkungan, Pelayanan kesehatan dan Keturunan. Faktor Perilaku dan Faktor Lingkungan memegang peran lebih dari 75% dari kondisi derajat kesehatan masyarakat. Penyakit bukan hanya datang dari pola hidup kita yang tidak teratur, lingkungan yang tidak sehat juga menjadi masalah datangnya berbagai macam penyakit. Itu semua dikarenakan perilaku hidup sehat yang kurang baik.
Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku kearah yang lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa, untuk itu upaya untuk menjaga hidup kita terhindar dari berbagai macam penyakit, kita dapat menerapkan PHBS dan GERMAS. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau disingkat dengan PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat (Depkes RI, 2007). PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah  tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Tujuannya mampu menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat. Manfaat untuk masyarakat juga agar masyarakat dapat menjaga lingkungan sekitar, mampu mengupayakan lingkungan yang sehat serta mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan.
Adapun upaya menjaga lingkungan rumah dan sekitarnya, terdapat 10 indikator PHBS yaitu :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi bayi ASI Eksklusif
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan Air Bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan sayur dan buah setiap hari
9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah

Setelah kita sudah membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, kita juga bisa lanjut menerapkan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat dengan GERMAS adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena masyarakat yang membentuk kepribadian. Hal ini bertujuan untuk menurunkan beban penyakit menukar dan tidak menular baik kematian maupun kecatatan, menghindarkan terjadinya produktifitas penduduk, serta menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena peningkatan penyakit dan pengeluaran kesehatan. Adapun beberapa langkah gerakan masyarakat untuk tetap hidup sehat yaitu melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol,memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, penggunaan jamban sehat.
Demikianlah beberapa hal yang harus di lakukan agar dapat membuat tubuh kita menjadi sehat dan terhindar dari penyakit, masih banyak lagi yang bisa kita lakukan demi menjaga kesehatan tubuh kita agar kita bisa hidup sehat dan mencegah datangnya penyakit ke dalam tubuh kita karena sehat berawal dari diri kita sendiri.
Penulis : Soeci Pratiwi Mandayati Rahayu

Dampak Gadget Bagi Kesehatan Masyarakat

May 28, 2018

Semakin hari dunia semakin maju, banyak teknologi yang berkembang dengan cepat sehingga tidak memungkinkan manusia tidak up to date dalam perkembangan dunia teknologi dan informasi. Saat ini kehidupan kita tak mungkin terlepas dari pengaruh globalisasi. Yang dapat kita lakukan hanya bisa mengikuti derasnya arus globalisasi dan memanfaatkan dampak positif dari globalisasi. Berbagai informasi entah itu informasi positif maupun negatif di berbagai belahan dunia dapat dengan cepat dan mudah kita ketahui dengan kemajuan teknologi. Bahkan kita juga bisa berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia dengan mudah melalui berbagai sosial media dan kini malah dapat bertatap muka dengan mereka. Adanya teknologi Informasi semacam internet sekarang ini juga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu perkembangan Teknologi Informasi harus disikapi dengan sikap terbuka dan diterima dengan baik oleh kita. Karena mau tidak mau kita harus mengikutinya. Walaupun harus diakui bahwa dengan perkembangan Teknologi Informasi yang begitu pesat sekarang ini selain membawa dampak positif juga berdampak negatif bagi yang menyalahgunakannya.
Sangatlah banyak gadget untuk mempermudah menggunakan Teknologi Informasi pada saat ini, misalnya komputer, laptop, ipod, ipad, game player, bahkan telepon genggam yang dirancang secanggih mungkin untuk mempermudah menggunakan Teknologi Informasi. Kemajuan teknologi dalam bentuk telepon genggam (HP) atau yang sekarang dikenal dengan gadget sudah merebak ke masyarakat luas mulai dari masyarakat kota hingga ke pelosok desa. Selain di tandai semakan mudahnya mendapatkan informasi dari belahan bumi lain, kemajuan teknologi juga dimanfaatkan sebagai media hiburan.  Disamping penggunaan gadget yang sangat dibutuhkan di era globalisasi ada beberapa dampak positif dan dampak negatif.
Dampak Positif dari gadget :
  1. Mudah dibawa kemana-mana
  2. Dapat membantu menyelesaikan pekerjaan secara efektif
  3. Dapat mempermudah komunikasi dengan sms melalui telepon gennggam
  4. Bisa main game canggih
  5. Bisa mendengarkan musik sepuasnya
  6. Dapat mengambil foto atau merekam aktivitas dengan menggunakan gedget, misalnya camera pocket
  7. Dapat mengikuti dan mengetahui segala perkembangan yang ada di dunia dengan menggunakan gadget seperti Skiff Reader via Internet.
Dampak Negatif dari gadget :
  1. Jika menggunakan gadget terlalu lama maka kerap berpengaruh bagi kesehatan seperti gangguan pada syaraf mata dan otak
  2. Dengan banyak kemudahan maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan
  3. Kemudahan mengakses teknologi informasi menggunakan gadget mempercepat segalanya, sehingga tanpa disadari generasi mendatang dikondisikan untuk tidak tahan dengan kelambanan
  4. Penggunaan gadget untuk mengoptimalkan kecepatan penggunaan teknologi informasi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal dan lupa akan pelajaran, sehingga karena keasikan bermain gadget anak akan lupa dengan tugas dan kewajibannya sebagai pelajar
Saat ini, banyak orang-orang, terutama kalangan anak-anak yang memanfaatkan teknologi ini untuk hiburan, salah satunya bermain games online. Jika kita kembali pada beberapa tahun kebelakang. Jarang sekali orang dapat bermain Games Online. Dikarenakan masa itu internet hanya tersedia di kota-kota besar. Selain itu jumlah manusia yang memiliki komputer dan handphone sangat terbatas. Hanya orang-orang golongan kelas atas dan kalangan bisnis yang memiliki fasilitas tersebut. Sedangkan, sekarang hampir semua orang menggenggam Smartphone di tangan, tidak terkecuali anak-anak.
Pada zaman dahulu, anak-anak akan sangat aktif dalam bermain kelompok sehingga terjalin hubungan sosial yang kuat. Seperti anak-anak akan bermain gasing, layang-layangan, lompat tali, kejar-kejaran dan lain lain. Permainan tersebut tentu saja tidak menyenangkan jika hanya dimainkan sendiri. Sehingga dari kecil anak-anak sudah terbiasa melakukan hubungan sosial dan mempunyai banyak teman. Selain diajarkan peka dalam hubungan sosial, permainan tersebut juga meningkatkan kreatifitas anak dalam menciptakan sesuatu. Secara kesehatan juga anak-anak lebih berenergi karena banyaknya bergerak dan menguras keringat sehingga tidak membuat gangguan pada organ-organ tertentu. Permainan tradisional juga memberikan kemandirian kepada anak- anak, salah satunya adalah, jika akan bermain gasing anak-anak biasanya membuat gasing tersebut secara independent. Begitu juga dengan pembuatan layang-layang. Sehingga anak-anak yang telah terbiasa melakukan itu secara mandiri, mereka secara tidak lansung telah belajar sesuatu hal yang besar yaitu mereka diajarkan untuk lebih menghargai suatu proses.
Permainan tersebut merupakan budaya permainan lama yang masih dapat anak-anak mainkan dan tidak berbahaya bagi mereka. Hanya saja seiring perkembangan teknologi sekarang ini, permainan tradisional itu mulai menghilang dan hanya dimainkan oleh kalangan bawah saja. Anak-anak akan cenderung untuk memilih permainan instant, yang tentunya lebih mudah. Jika mereka memiliki komputer dan smartphone, maka mereka cukup men-download games yang menjamur di internet. Setelah itu permainan tersebut sudah dapat dimainkan. Di usia yang masih kecil itu, tidak seharusnya anak diberikan langsung gadget untuk bermain. Hal tersebut bisa mempengaruhi perkembangan anak dan memicu gangguan kesehatan seperti gangguan syaraf mata dan lemahnya otak pada usia dini. Beberapa efek negatif yang dapat ditimbulkan dari gadget adalah semakin berkurangnya hubungan sosial terhadap lingkungan sekitar sehingga dia hanya ingin diam dan malu untuk berbicara ketika dihadapkan dengan teman-teman seusianya. Padahal dalam usia tersebut, anak-anak harus berlatih untuk berkomunikasi agar dia tumbuh baik kedepannya. Jadi, sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak sekarang lebih bersifat individualistik dari pada anak-anak zaman dulu.
Selain itu juga membuat anak-anak lupa waktu, dikatakan dengan membuat anak-anak lupa waktu, karena berbeda dengan anak-anak zaman dulu yang bermain di lingkungan alam sehingga terbatas waktu pada siang saja sedangkan pada zaman sekarang anak akan mudah bermain kapan saja dan dimana saja, jadi tidak mengherankan jika anak-anak sekarang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain, tidak perduli siang ataupun malam hari. Di kalangan anak-anak saat ini juga sudah mengenal berbagai sosial media melalui gadget, hal tersebut bisa menanamkan sifat agresif pada anak, hal ini bermaksud jika anak-anak berhubungan dengan internet, anak-anak bisa mengenal sosial media dan banyak sekali informasi yang mungkin tak pantas diterima oleh anak-anak. Game yang mereka mainkan di gadget pun terkadang mengajarkan hal-hal negatif, seperti berkelahi, mencuri, konten-konten dewasa, dan masih banyak lagi. Hal tersebut bisa memicu anak-anak untuk melakukan tindakan kejahatan seperti tindakan kriminal, menghack akun atau fasilitas negara, maupun melakukan penipuan. Hal tersebut kurangnya pengawasan dari orang tua anak sehingga tidak heran jika anak-anak pada era globalisasi sudah mampu melakukan hal-hal tersebut.  Di sini peran orang tua sangat diperlukan untuk mendampingi mereka saat bermain gadget dan memfilter informasi yang mereka dapat dari gadget tersebut.
Kemudian di kalangan remaja gadget sudah menjadi barang yang tak mungkin terlepas dari genggaman mereka. Kapanpun dan dimanapun mereka berada gadget pasti selalu mereka bawa. Bahkan timbul rasa cemas jika HP mereka tertinggal. Untuk tetap eksis mereka selalu meng-update aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan. Gadget juga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Kecenderungan lebih asik berkomunikasi dengan orang lain di dunia maya malah membuat kita jarang berkomunikasi dengan orang lain di sekitar kita. Hal ini membuat yang jauh terasa dekat namun yang dekat malah menjadi jauh. Berkembangnya kecanggihan gadget juga menggoda kita untuk terus memperbaharui gadget agar tidak ketinggalan zaman atau takut dibilang kudet (kurang up-to-date). Hal ini membuat gaya hidup kita terpengaruh yaitu menjadi konsumerisme.
Pada dasarnya, kemajuan teknologi gadget dan pengaruhnya dalam kehidupan harus dapat kita hadapi dengan tindakan yang bijaksana dari diri sendiri, keluarga maupun masyarakat luas agar tidak menghilangkan jati diri kita dan budaya kita yang dikenal memiliki norma dan nilai-nilai budaya yang baik serta budi pekerti yang luhur. Selain itu permainan tradisonal juga jangan ditinggalkan. Selain dapat membangun nilai sosial, ini juga menjadi identitas kebudayaan kita.
Kita juga harus pandai-pandai memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengembangkan pengetahuan kita, memudahkan kita berkomunikasi dan mengembangkan kreativitas sehingga kita bisa menjadi masyarakat yang maju. Dan juga anak-anak kita dapat terhindar dari dampak negatif penggunaan dari gadget itu sendiri. Apalagi bagi anak-anak dan para remaja yang merupakan penerus perjuangan bangsa. Orang tua harus mendidik dan mengawasi mereka agar dapat terhindar dari pengaruh negatif gadget. J
Penulis : Soeci Pratiwi Mandayati Rahayu

Mengenal Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)

May 27, 2018

Kaki gajah atau filariasis adalah penyakit parasit yang ditularkan melalui darah – dari vektor (Filum arthropoda), terutama lalat hitam dan nyamuk. Penyakit kaki gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun kondisi yang diakibatkannya dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan mungkin menjadi sesuatu yang dirasa memalukan bagi penderitanya. Filariasis bukanlah infeksi yang mengancam jiwa tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik secara permanen. Penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, kebanyakan orang pada awalnya tidak menyadari bahwa mereka memiliki filariasis. Lymphedema (pembengkakan saluran kelenjar getah bening) dengan penebalan kulit dan jaringan di bawahnya adalah gejala klasik dari kaki gajah. Penyebab penyakit kaki gajah adalah Penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filarial ini menginfeksi penderitanya melalui gigitan nyamuk. Cacing yang disuntikan oleh nyamuk itu masuk ke dalam pembuluh getah bening dan berkembang biak di dalamnya.
Penyakit ini bersifat kronis dan bisa berlangsung lama secara bertahap. Cacat menetap yang ditimbulkannya seperti pembesaran pada kaki, lengan, dan alat kelamin bila penderita telah lama tidak mendapatkan pengobatan. Kaki gajah biasanya terjadi pada negara-negara tropis dan subtropis, seperti Afrika, Pasifik Barat, dan Asia. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun dan dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut..
Sebagian besar kasus filaria disebabkan oleh parasit yang dikenal dengan nama Wuchereria bancrofti. Nyamuk pembawanya yaitu nyamuk Culex, Aedes atau Anopheles yang menularkan penyakit ini. Parasit lain yang disebut Brugia malayi menyebabkan filariasis ditularkan oleh vektor nyamuk Mansonia dan Anopheles. Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit orang yang sehat, larva yang disebut mikrofilaria pindah ke saluran limfatik dan kelenjar getah bening. Di sini, mereka berkembang menjadi cacing dewasa dan dapat bertahan selama bertahun-tahun.
Sumber: Dari Berbagai Sumber
Penulis: Indra

Memaknai Kesehatan Lingkungan : Tujuan dan Ruang Lingkupnya

May 27, 2018

Menjaga Kesehatan Lingkungan merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu, selain merupakan anugerah yang diberikan sang pencipta kepada hamba-Nya, Kesehatan Lingkungan harus tetap dijaga agar keluarga kita terhindar penyakit. Karena kesehatan tidak ternilai harganya. Terkadang pada saat kita sehat, kita lupa akan nikmat tersebut dan ketika sakit kita baru sadar dan merasakan betapa kesehatan itu sungguh sangat berharga.
Tubuh yang sehat bisa didapatkan dari berolahraga secara teratur, menkomsumsi makananan bergizi, dan lingkungan yang sehat dan bersih. Lingkungan yang sehat terkadang sering tidak kita perhatikan karena kesibukan dalam bekerja sehingga lingkungan sekitar tidak dijaga kebersihannya. Akibat dari lingkungan yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satu yang mengkhawatirkan adalah deman berdarah (DBD) karena dapat menyebabkan kematian.
Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan secara khusus
Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara umum, antara lain:
  1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  3. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga non pemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.
Adapun tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa:
1.     Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
2.     Makanan dan minuman yang di produksi dalam skala besar dan di konsumsi secara luas oleh masyarakat.
3.     Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batu bara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
4.     Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
5.     Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
6.     Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
7.     Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
8.     Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan

  Masyarakat perlu disadarkan akan pentingnya kesehatan lingkungan yang baik jika ingin menciptakan komunitas yang sehat dan bahagia. Apabila mereka mampu menjaga lingkungan dengan baik secara tanggung jawab, munculnya banyak penyakit, yang umumnya dikarenakan adanya lingkungan kotor, dapat dihindari. Saat melakukan proses inisiasi pengenalan kesehatan lingkungan, dibutukan kesadaran segenap elemen masyarakat sehingga tujuan dari terciptanya kesehatan secara menyeluruh dapat dirasakan oleh semua pihak yang nantinya manfaat dari kesehatan lingkungan juga dapat menguntungkan segenap masyarakat. Komitmen kuat dari dalam diri masing-masing orang di satu lingkungan tersebut menjadi proses awal yang harus dibangun. Tanpa adanya kesepakatan dan komitmen bersama, mustahil kesehatan lingkungan dapat tercipta mengingat jika lingkungan satu tidak terjaga kebersihannya, maka hal ini akan mempengaruhi buruknya kebersihan daerah lainnya.
Terciptanya masyarakat sehat yang mandiri dan berkemampuan akan menjadi harapan tersendiri saat mereka berhasil mengaplikasikan kesehatan lingkungan dengan baik. Jika masyarakat sehat, maka hal ini akan menciptakan generasi yang mandiri terutama secara finansial karena jiwa dan badan yang sehat tentunya akan memberikan semangat tersendiri serta rasa fokus bagi mereka dalam bekerja. Mereka tidak akan terbebani untuk berobat ke dokter sehingga konsentrasi dalam bekerja akan semakin meningkat. Ketika mereka sudah mandiri secara finansial, maka mereka berkemampuan untuk mengaktulisasikan diri dalam kehidupan masing-masing.
Saat menggerakkan masyarakat agar sadar pentingnya kebersihan bagi kehidupan, mereka memerlukan contoh konkret yang bisa dilihat dari program pemerintah dalam mendukung kesehatan lingkungan juga menjadi bentuk dukungan pemerintah agar masyarakatnya tetap berfokus pada penciptaan lingkungan yang lebih baik. Pelaksanaan beberapa aktivitas dalam menggalang kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya tetap bersih dapat dilakukan dengan program pembersihan massal di daerah yang memungkinkan tempat berkumpulnya sumber penyakit seperti tempat pembuangan sampah akhir, sungai, gorong-gorong, hingga rumah masing-masing warga dapat mewujudkan terbangunnya komunitas pecinta kebersihan.
Pemberian pelatihan bagi upaya kebersihan juga dapat diadakan oleh dinas kesehatan sehingga masyarakat mampu memberikan setidaknya upaya pertama dalam menghambat penyebaran penyakit di sebuah lingkungan. Pastikan masyarakat juga mau secara aktif dan partisipatif mengkomunikasikan masalah apa yang terjadi dalam lingkungannya terkait dengan kesehatan sehingga koordinasi antara dinas kesehatan dengan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan tetap terjalin dengan baik.

KESEHATAN LINGKUNGAN
A. DEFINISI
Ada beberapa definisi dari kesehatan lingkungan :
Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
B. RUANG LINGKUP KESEHATAN LINGKUNGAN
-Menurut World Health Organization (WHO) ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, yaitu :1
  1. Penyediaan Air Minum
  2. Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
  3. Pembuangan Sampah Padat
  4. Pengendalian Vektor
  5. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
  6. Higiene makanan, termasuk higiene susu
  7. Pengendalian pencemaran udara
  8. Pengendalian radiasi
  9. Kesehatan kerja
  10. Pengendalian kebisingan
  11. Perumahan dan pemukiman
  12. Aspek kesling dan transportasi udara
  13. Perencanaan daerah dan perkotaan
  14. Pencegahan kecelakaan
  15. Rekreasi umum dan pariwisata
  16. Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk
  17. Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.

C. SASARAN KESEHATAN LINGKUNGAN
  1. Tempat umum : hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha yang sejenis
  2. Lingkungan pemukiman : rumah tinggal, asrama/yang sejenis
  3. Lingkungan kerja : perkantoran, kawasan industri/yang sejenis
  4. Angkutan umum : kendaraan darat, laut dan udara yang digunakan untuk umum
  5. Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm keadaan darurat, bencana perpindahan penduduk secara besar2an, reaktor/tempat yang bersifat khusus.
D. MASALAH-MASALAH KESEHTAN LINGKUNGAN DI INDONESIA               
Masalah Kesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk mengatasinya dibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Di Indonesia permasalah dalam kesehatan lingkungan antara lain :
1.    Air Bersih
2.    Pembuangan Kotoran/Tinja
3.    Kesehatan Pemukiman
4.    Pembuangan Sampah
5.    Serangga dan Binatang Pengganggu
6.    Makanan dan Minuman

SUMBERTULISAN: