Showing posts with label Kabar Umum. Show all posts
Showing posts with label Kabar Umum. Show all posts

Futsal Poltekkes Tanjungpinang

June 21, 2018

Futsal adalah permainan bola yang mempertemukan dua tim lawan untuk bertanding di hijaunya lapangan rumput sintesis. Olahraga futsal merupakan kegiatan sehat dan menyenangkan yang umumnya dilakukan oleh mahasiswa laki-laki Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang terkhusus mahasiwa Jurusan Kesehatan Lingkungan. Olahraga ini dilakukan selain dalam kegiatan Dienatalis kampus, di sela waktu dan kesibukan sebagai mahasiswa juga dilakukan agar tetap seimbang dalam pola hidup sehat. Kesehatan yang mahal dan harus tetap terjaga dilakukan dengan cara bermain futsal, selain sehat fisik karena berolahraga menggerakan anggota tubuh dan melatih konsentrasi saat bermain, futsal adalah olahraga yang menyenangkan jiwa dan hati setiap yang bermain, kok bisa begitu ya? Karena dengan bermain sebagai contoh menjadi kiper dalam tim futsal, kiper dituntut untuk bisa menjaga gawang dari kebobolan gol lawan, di posisi ini kiper merasa bersemangat tinggi dan menjaga amanah tim untuk bermain dengan baik, dengan semangat tinggi setiap bermain futsal inilah pemain mencoba menerapkan dalam kehidupan sehari-hari agar tetap menjadi mahasiswa yang aktif dan berprestasi.
Selain sehat jiwa dengan memiliki semangat tinggi, dalam bermain futsal juga mendapat pengajaran dalam mengontrol emosi, sebab dalam permainan dapat pula terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi dengan tim lawan, untuk itu pemain dapat mengontrol emosi dengan tetap bermain sportif dan tidak terpancing emosi akan tim lawan, disana juga tercipta jiwa yang sehat dengan selalu berpikir positif. Bermain dengan hasil akhir menang tentunya lebih membuat bahagia dan menjadi semangat akan menang dalam pertandingan selanjutnya, dan apabila hasil akhir dalam kondisi kalah, sesama tim pemain tidak menyalahkan satu sama lain bahkan membuat ikatan semangat pemain semakin kuat dan erat dengan mengambil hikmah agar tidak mengulangi kekalahan yang sama di pertandingan kemudian hari.
Tim lawan tidak selalu selamanya tim lawan, selama pemain melewati pertandingan futsal yang sudah ditekuni rata-rata pemain sejak duduk di bangku sekolah hingga menjadi mahasiswa, banyak pertemanan yang sudah terjalin, tim lawan hanya sekedar berada di lapangan futsal, di luar itu setiap pemain lawan adalah teman baik, bersyukur bahwa sejatinya futsal juga wadah seorang pemain menambah pertemanan yang luas dan membangun solidaritas sesama pemain di setiap kesempatan.
Futsal adalah sarana seorang pemain dalam membentuk prestasi non akademik, meskipun akademik tidak, tetapi setiap pemain meyakini bahwa prestasi mampu dibentuk dalam bidang apapun, dan pemain mengambil prestasi di futsal yang merupakan hobi dan olahraga dikalangan mahasiswa ini, sudah banyak prestasi yang pemain raih selama bermain futsal hingga saat ini baik membawa nama kampus, kelas maupun bermain umum diluar bersama teman-teman kampus. Menang dan mendapat juara bukan selalu yang terpenting bagi pemain, tetapi pengalaman yang tidak mampu dibeli satu persatu setiap permainan seperti pengalaman bertemu orang baru adalah pengalaman yang berharga.
Pengalaman terbesar dalam hidup kami, terutama perwakilan mahasiwa Kesehatan Lingkungan adalah tim futsal sebagai kontingen Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dalam rangka PORNIMAKES II Regional Sumatera di Bengkulu. Bangga dan terharu adalah rasa yang didapatkan, bangga mampu menjadi pemain terbaik yang dipilih pihak kampus untuk bermain membawa nama kampus dan haru yang didapat karena solidaritas pertemanan rasa persaudaraan yang begitu besar didapatkan oleh setiap kami selama menjadi perwakilan disana, tak luput juga teman baru yang kami dapat dari berbagai daerah di wilayah Poltekkes se-Sumatera. Semoga generasi berikut lebih baik dan mampu mengembangkan terus prestasi olahraga terutama futsal yang sudah kami pertahankan selama ini.
Penulis: Medi Sasmita

Menimbang Dampak Kemajuan Teknologi Masa Kini

June 04, 2018

Semakin hari dunia semakin maju, banyak teknologi yang berkembang dengan cepat sehingga tidak memungkinkan manusia tidak up to date dalam perkembangan dunia teknologi dan informasi. Saat ini kehidupan kita tak mungkin terlepas dari pengaruh globalisasi. Yang dapat kita lakukan hanya bisa mengikuti derasnya arus globalisasi dan memanfaatkan dampak positif dari globalisasi. Berbagai informasi entah itu informasi positif maupun negatif di berbagai belahan dunia dapat dengan cepat dan mudah kita ketahui dengan kemajuan teknologi. Bahkan kita juga bisa berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia dengan mudah melalui berbagai sosial media dan kini malah dapat bertatap muka dengan mereka. Adanya teknologi Informasi semacam internet sekarang ini juga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu perkembangan Teknologi Informasi harus disikapi dengan sikap terbuka dan diterima dengan baik oleh kita. Karena mau tidak mau kita harus mengikutinya. Walaupun harus diakui bahwa dengan perkembangan Teknologi Informasi yang begitu pesat sekarang ini selain membawa dampak positif juga berdampak negatif bagi yang menyalahgunakannya.
Sangatlah banyak gadget untuk mempermudah menggunakan Teknologi Informasi pada saat ini, misalnya komputer, laptop, ipod, ipad, game player, bahkan telepon genggam yang dirancang secanggih mungkin untuk mempermudah menggunakan Teknologi Informasi. Kemajuan teknologi dalam bentuk telepon genggam (HP) atau yang sekarang dikenal dengan gadget sudah merebak ke masyarakat luas mulai dari masyarakat kota hingga ke pelosok desa. Selain di tandai semakan mudahnya mendapatkan informasi dari belahan bumi lain, kemajuan teknologi juga dimanfaatkan sebagai media hiburan.  Disamping penggunaan gadget yang sangat dibutuhkan di era globalisasi ada beberapa dampak positif dan dampak negatif.
Dampak Positif dari gadget :
  1. Mudah dibawa kemana-mana
  2. Dapat membantu menyelesaikan pekerjaan secara efektif
  3. Dapat mempermudah komunikasi dengan sms melalui telepon gennggam
  4. Bisa main game canggih
  5. Bisa mendengarkan musik sepuasnya
  6. Dapat mengambil foto atau merekam aktivitas dengan menggunakan gedget, misalnya camera pocket
  7. Dapat mengikuti dan mengetahui segala perkembangan yang ada di dunia dengan menggunakan gadget seperti Skiff Reader via Internet.
Dampak Negatif dari gadget :
  1. Jika menggunakan gadget terlalu lama maka kerap berpengaruh bagi kesehatan seperti gangguan pada syaraf mata dan otak
  2. Dengan banyak kemudahan maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan
  3. Kemudahan mengakses teknologi informasi menggunakan gadget mempercepat segalanya, sehingga tanpa disadari generasi mendatang dikondisikan untuk tidak tahan dengan kelambanan
  4. Penggunaan gadget untuk mengoptimalkan kecepatan penggunaan teknologi informasi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal dan lupa akan pelajaran, sehingga karena keasikan bermain gadget anak akan lupa dengan tugas dan kewajibannya sebagai pelajar
Saat ini, banyak orang-orang, terutama kalangan anak-anak yang memanfaatkan teknologi ini untuk hiburan, salah satunya bermain games online. Jika kita kembali pada beberapa tahun kebelakang. Jarang sekali orang dapat bermain Games Online. Dikarenakan masa itu internet hanya tersedia di kota-kota besar. Selain itu jumlah manusia yang memiliki komputer dan handphone sangat terbatas. Hanya orang-orang golongan kelas atas dan kalangan bisnis yang memiliki fasilitas tersebut. Sedangkan, sekarang hampir semua orang menggenggam Smartphone di tangan, tidak terkecuali anak-anak.
Pada zaman dahulu, anak-anak akan sangat aktif dalam bermain kelompok sehingga terjalin hubungan sosial yang kuat. Seperti anak-anak akan bermain gasing, layang-layangan, lompat tali, kejar-kejaran dan lain lain. Permainan tersebut tentu saja tidak menyenangkan jika hanya dimainkan sendiri. Sehingga dari kecil anak-anak sudah terbiasa melakukan hubungan sosial dan mempunyai banyak teman. Selain diajarkan peka dalam hubungan sosial, permainan tersebut juga meningkatkan kreatifitas anak dalam menciptakan sesuatu. Secara kesehatan juga anak-anak lebih berenergi karena banyaknya bergerak dan menguras keringat sehingga tidak membuat gangguan pada organ-organ tertentu. Permainan tradisional juga memberikan kemandirian kepada anak- anak, salah satunya adalah, jika akan bermain gasing anak-anak biasanya membuat gasing tersebut secara independent. Begitu juga dengan pembuatan layang-layang. Sehingga anak-anak yang telah terbiasa melakukan itu secara mandiri, mereka secara tidak lansung telah belajar sesuatu hal yang besar yaitu mereka diajarkan untuk lebih menghargai suatu proses.
Permainan tersebut merupakan budaya permainan lama yang masih dapat anak-anak mainkan dan tidak berbahaya bagi mereka. Hanya saja seiring perkembangan teknologi sekarang ini, permainan tradisional itu mulai menghilang dan hanya dimainkan oleh kalangan bawah saja. Anak-anak akan cenderung untuk memilih permainan instant, yang tentunya lebih mudah. Jika mereka memiliki komputer dan smartphone, maka mereka cukup men-download games yang menjamur di internet. Setelah itu permainan tersebut sudah dapat dimainkan. Di usia yang masih kecil itu, tidak seharusnya anak diberikan langsung gadget untuk bermain. Hal tersebut bisa mempengaruhi perkembangan anak dan memicu gangguan kesehatan seperti gangguan syaraf mata dan lemahnya otak pada usia dini. Beberapa efek negatif yang dapat ditimbulkan dari gadget adalah semakin berkurangnya hubungan sosial terhadap lingkungan sekitar sehingga dia hanya ingin diam dan malu untuk berbicara ketika dihadapkan dengan teman-teman seusianya. Padahal dalam usia tersebut, anak-anak harus berlatih untuk berkomunikasi agar dia tumbuh baik kedepannya. Jadi, sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak sekarang lebih bersifat individualistik dari pada anak-anak zaman dulu.
Selain itu juga membuat anak-anak lupa waktu, dikatakan dengan membuat anak-anak lupa waktu, karena berbeda dengan anak-anak zaman dulu yang bermain di lingkungan alam sehingga terbatas waktu pada siang saja sedangkan pada zaman sekarang anak akan mudah bermain kapan saja dan dimana saja, jadi tidak mengherankan jika anak-anak sekarang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain, tidak perduli siang ataupun malam hari. Di kalangan anak-anak saat ini juga sudah mengenal berbagai sosial media melalui gadget, hal tersebut bisa menanamkan sifat agresif pada anak, hal ini bermaksud jika anak-anak berhubungan dengan internet, anak-anak bisa mengenal sosial media dan banyak sekali informasi yang mungkin tak pantas diterima oleh anak-anak. Game yang mereka mainkan di gadget pun terkadang mengajarkan hal-hal negatif, seperti berkelahi, mencuri, konten-konten dewasa, dan masih banyak lagi. Hal tersebut bisa memicu anak-anak untuk melakukan tindakan kejahatan seperti tindakan kriminal, menghack akun atau fasilitas negara, maupun melakukan penipuan. Hal tersebut kurangnya pengawasan dari orang tua anak sehingga tidak heran jika anak-anak pada era globalisasi sudah mampu melakukan hal-hal tersebut.  Di sini peran orang tua sangat diperlukan untuk mendampingi mereka saat bermain gadget dan memfilter informasi yang mereka dapat dari gadget tersebut.
Kemudian di kalangan remaja gadget sudah menjadi barang yang tak mungkin terlepas dari genggaman mereka. Kapanpun dan dimanapun mereka berada gadget pasti selalu mereka bawa. Bahkan timbul rasa cemas jika HP mereka tertinggal. Untuk tetap eksis mereka selalu meng-update aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan. Gadget juga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Kecenderungan lebih asik berkomunikasi dengan orang lain di dunia maya malah membuat kita jarang berkomunikasi dengan orang lain di sekitar kita. Hal ini membuat yang jauh terasa dekat namun yang dekat malah menjadi jauh. Berkembangnya kecanggihan gadget juga menggoda kita untuk terus memperbaharui gadget agar tidak ketinggalan zaman atau takut dibilang kudet (kurang up-to-date). Hal ini membuat gaya hidup kita terpengaruh yaitu menjadi konsumerisme.
Pada dasarnya, kemajuan teknologi gadget dan pengaruhnya dalam kehidupan harus dapat kita hadapi dengan tindakan yang bijaksana dari diri sendiri, keluarga maupun masyarakat luas agar tidak menghilangkan jati diri kita dan budaya kita yang dikenal memiliki norma dan nilai-nilai budaya yang baik serta budi pekerti yang luhur. Selain itu permainan tradisonal juga jangan ditinggalkan. Selain dapat membangun nilai sosial, ini juga menjadi identitas kebudayaan kita.
Kita juga harus pandai-pandai memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengembangkan pengetahuan kita, memudahkan kita berkomunikasi dan mengembangkan kreativitas sehingga kita bisa menjadi masyarakat yang maju. Dan juga anak-anak kita dapat terhindar dari dampak negatif penggunaan dari gadget itu sendiri. Apalagi bagi anak-anak dan para remaja yang merupakan penerus perjuangan bangsa. Orang tua harus mendidik dan mengawasi mereka agar dapat terhindar dari pengaruh negatif gadget.
Penulis : Soeci Pratiwi Mandayati Rahayu

Tahukah Anda: Pemandu Sorak Adalah Bidang Olahraga

May 21, 2018

Cheerleading atau bisa disebut juga sebagai pemandu sorak adalah salah satu olahraga. Cheerleading bukanlah seperti halnya yang ada di film-film yang hanya untuk keeksisan para remaja yang sekumpulan gadis-gadis dengan memakai rok mini dan pompom berdiri sejajar berteriak untuk menyemangati para pemain basket. Cheerleading yang sebenarnya memiliki penampilan dan merupakan salah satu dibidang olahraga yang cukup ekstrim, dikarenakan penampilannya berkisar 6-8 menit yang didalamnya sudah terdapat yel-yel dan penampilannya tersebut.

Penampilannya pun tidak biasa yang terdiri dari pyramid, stunt, tumbling, dance, jumps, dan motion yang beraneka ragam. Tidak hanya memerlukan kelenturan badan yang harus ada di cheerleader tetapi juga fisik yang kuat dan pikiran yang sejalan. Jika dalam suatu tim ada yang tidak memiliki pikiran yang sejalan maka tidak dapat menjalankan penampilan tersebut karena didalam cheerleader tersebut memiliki banyak teknik maka suatu tim harus kompak dan sejalan, pada cheerleading pun sama halnya seperti menari jika suatu kelompok menari sudah membuat tariannya, maka sulit jika orang yang berada dalam tarian tersebut tidak datang dan harus digantikan.

Maka dari itu olahraga cheerleading ini mengajarkan sikap disiplin, kompak satu sama lain, dan dapat berpegang dengan komitmen didalamnya karena sebagai cheerleader bukanlah menjatuhkan satu sama lain atau bermusuhan yang seperti kita lihat difilm-film tetapi sebagai cheerleader adalah selalu tetap mendukung satu sama lain. Nah selain itu, sebagai cheerleader pasti mengalami merasa lelah tetapi harus tetap menjaga ekspresi agar selalu tampak ceria dan meyakinkan pada penonton bahwa yang mereka lakukan adalah asik, terhibur, dan tidak takut akan apapun. Dan olahraga cheerleading ini pun sama halnya olahraga yang lain, karena cheerleading memiliki kompetisi juga.

Di Indonesia terdapat komunitasnya yang disebut Indonesian Cheerleading Community (ICC). Cheerleading ini tidak hanya untuk remaja, bisa juga pada anak-anak. Pada kota Tanjungpinang belum terdapatnya suatu komunitas cheerleading, seharusnya cheerleading tersebut dapat dikembangkan karena cheerleading adalah suatu olahraga juga dan dapat mengharumkan nama Indonesia jika mengikuti kompetisi-kompetisi yang diadakan tiap tahunnya.

Penulis: Natalia Kristin 

Fenomena Teroris di Indonesia

May 21, 2018
Tahun 2018 ini rakyat Indonesia sedang di uji. Kejadian pengeboman beberapa gereja dan fasilitas negara dibeberapa daerah akhir-akhir ini adalah tindakan teror yang tidak bisa ditolerir lagi. Untuk itu, diperlukan tindakan tegas. "Mereka (pelaku) dilumpuhkan hingga akhirnya 4 orang tewas, satu orang melarikan diri dengan mobil. Mobil tersebut sudah diamankan, sementara satu orang pelaku yang melarikan diri sudah ditangkap dan saat ini berada di Polresta Pekanbaru” Tribunnews.com, Rabu (16/05/2018).


Kutipan diatas adalah sebagian dari “Kasus Terorisme” di Indonesia. Indonesia adalah negara berkembang yang saat ini dalam keadaan “Darurat Teroris”. Teroris yang mengatasnamakan Islam, yang melakukan aksi bom bunuh diri dengan mengatasnamakan Jihad. Jihad yang artinya berjuang dan bersungguh-sungguh (Wikipedia, 18/05/2018). Lalu, teroris yang menggunakan istilah Jihad ini sebenarnya apa yang mereka perjuangkan? Keluarga, sahabat bahkan kerabat pun turut menjadi korban aksi bom bunuh diri yang mengatasnamakan  Jihad. Seperti yang dilansir oleh Tribunnews.com berikut ini :

 “Pemboman yang dilakukan di tiga gereja di Surabaya hari Minggu pagi itu ternyata melibatkan sebuah keluarga.” Tribunnews.com, Senin (14/05/2018).
Mengapa Indonesia marak terjadinya kasus teroris? Apa yang ingin ditunjukkan oleh teroris tersebut? Siapa sebenarnya target aksi teroris? Lantas bagaimana dengan kondisi masyarakat yang mengalami aksi teror tersebut? Apakah ada hubungannya dengan kesehatan jiwa masyarakat Indonesia dengan maraknya aksi teroris ini?

Terorisme merupakan suatu tindak kejahatan mulai marak terjadi sejak peristiwa 9/11 di Amerika Serikat pada tahun 2001. Tindak kejahatan terorisme ini muncul seiring dengan berakhirnya era “Perang Dingin” yang ditandai dengan munculnya aktor-aktor dalam politik global. Terorisme saat ini telah menjadi isu global karena aktivitasnya yang sangat luas dapat terjadi dimanapun dan kapanpun serta tidak memandang siapapun korbannya. Indonesia merupakan salah satu negara yang seringkali menjadi tujuan berbagai kelompok teroris untuk melancarkan aksinya, mulai dari Bom Bali 1, Bom Bali 2, Bom J.W Marriot, Bom Kedubes Australia, dan lain-lain. Hal itu menandakan bahwa kelompok teroris menganggap Indonesia memiliki posisi yang strategis untuk melakukan aksi mereka agar tujuan mereka dapat dicapai. 

Berdasarkan Analisa berbagai pihak, bahwa ada tiga penyebab utama munculnya gerakan terorisme di Indonesia. Pertama, ideologi yang radikal dan ekstrim, ini bisa muncul di mana saja, negara mana saja, dan di masyarakat manapun. Kedua, penyimpangan terhadap ajaran agama yang dianut. Ketiga, karena kondisi kehidupan yang susah, kemiskinan absolut, dan keterbelakangan yang ekstrim yang konon mudah sekali dipengaruhi. Selain itu, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tindakan terorisme, yaitu kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, kesalahpahaman memahami Islam. Pendapat lain menegaskan bahwa pemahaman radikal terhadap agama merupakan penyebab utama terjadinya terorisme, yang kerap muncul akibat perasaan diperlakukan tidak adil dalam berbagai bidang, ditambah, munculnya kelompok atau orang tertentu yang mempengaruhi dengan motif politik dan ideologi. 

 Untuk target sasaran utama dari aksi teror ini sementara dapat disimpulkan yaitu “Polisi” seperti dilansir oleh CNNIndonesia.com :
“Menurut Wawan, serangan besar-besaran itu akan dilancarkan ke markas besar atau kantor kepolisian.” CNNIndonesia.com, Senin (14/05/2018).

Karena polisi yang bertugas menegakkan hukum dan memberantas teroris maka dari itu, teroris pun menargetkan polisi menjadi sasaran utama dari aksinya. 
 Bicara tentang target sasaran utama dari teroris, kira-kira apakah ada hubungannya kesehatan jiwa dengan pelaku terorisme di Indonesia?

Penulis mempunyai pendapat bahwa terorisme muncul karena adanya persepsi terhadap nilai-nilai tertentu yang diyakini benar, dan diluar yang diyakini adalah salah. Untuk mendukung kebenaran dan ketaatan atas nilai tersebut maka dilakukanlah cara-cara kekerasan, yang dianggap sebagai cara paling efektif. Pandangan terhadap suatu nilai merupakan ranah disiplin ilmu psikologi yang berhubungan erat dengan teori psikiatrik ketidaksehatan jiwa. Walaupun penulis yakin bahwa teori ini tidak akan dipakai oleh aparat penegak hukum, mengingat pelaku kejahatan yang mengalami gangguan (ketidaksehatan) jiwa, jika mengacu pada KUHP, tidak bisa dikenai tindakan hukum.
Kecenderungan bahwa para pelaku aksi teror dimanfaatkan oleh pihak tertentu. Yang unik adalah ada kondisi tertentu yang biasanya direkrut sebagai kandidat pelaku bom bunuh diri seperti usia yang cukup muda antara 15-25 tahun, penuh dengan kebimbangan, disorientasi, dan secara sosial-psikologis terisolasi. Disebutkan juga bahwa perilaku teror lebih banyak disebabkan oleh sikap yang dipelajari, bukan gangguan jiwa bawaan. Kesimpulannya, tidak ditemukan indikasi/simton gangguan jiwa baik dari jenis psikosis maupun antisosial. Dalam kasus, khusus pelaku aksi terorisme dapat dianggap sebagai penderika ketidaksehatan jiwa seperti pada pelaku mutilasi siswi SMA di Poso.
Untuk melakukan aksi teror diperlukan suatu kecerdasan tersendiri. Aksi teror tidak gampang dilakukan begitu saja. Perlu sebuah perencanaan yang matang, menghitung risiko, bahkan teroris juga melakukan simulasi awal untuk memastikan keberhasilan aksi bom bunuh diri tersebut.
Selain kecerdasan, seorang pemimpin aksi teror juga membutuhkan kemampuan organisasi dan kepemimpinan. Para pelaku teror yang telah tertangkap terbukti juga memiliki keluarga dan menjalin hubungan kekerabatan secara normal. Mereka juga mempunyai anak, dan menunjukkan perilaku yang menyayangi keluarganya.

Kecerdasan, kemampuan berorganisasi, dan kehidupan berkeluarga yang wajar menunjukkan bukti bahwa para pelaku teror ini adalah orang yang relatif normal, atau tidak tepat jika dikatakan sebagai penderita ketidaksehatan jiwa.

Secara umum, hal yang menyebabkan teroris dianggap menderita ketidaksehatan jiwa adalah aksi teror dengan kekerasan bahkan hingga mengakibatkan korban jiwa termasuk jiwanya sendiri (bunuh diri). Teori psikiatrik ketidaksehatan jiwa juga menyatakan bahwa ketidaksehatan jiwa mendorong orang melakukan kekerasan yang ekstrim. Selain itu orang yang mempunyai perilaku fanatik akan berkarakter sadisme dan buas.

Dengan penjelasan di atas maka dapat dipahami jika muncul pendapat umum yang mengatakan bahwa pelaku tindak terorisme adalah orang yang menderita ketidaksehatan jiwa. Namun untuk menentukan apakah sesorang menderita ketidaksehatan jiwa tentu saja tidak semudah hanya dengan suatu persepsi, namun perlu observasi yang mendalam dengan prinsip-prinsip psikologi.

Oleh : Siti Norindah Sari

Duka Palestina Duka Kita Semua

May 20, 2018
Momentum Bulan Ramadhan merupakan momentum yang baik untuk kita meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT, diantaranya adalah memberikan infaq terbaik kita untuk Saudara kita di Palestina. Tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada masyarakat yang akan membantu masyarakat disekitar tempat tinggal kita, mengingat masih banyak juga masyarakat Indonesia yang butuh bantuan kita, Masyarakat Palestina menjadi prioritas utama yang harus dibantu. Mengapa? karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia sangat dinantikan bantuannnya untuk masyarakat Palestina, Ibarat sebuah keluarga besar, Indonesia merupakan keluarga yang kaya akan alamnya, kaya akan sumberdayanya dan kehidupan di Indonesia aman, damai dan relatif masyarakatnya tidak dihadapkan kepada ancaman nyawa. Hal ini berbeda dengan kondisi saudara kita di Palestina. Sehingga wajar bila bantuan ke Palestina menjadi prioritas kita. Apalagi, kita memiliki hutang sejarah dengan Palestina.

Bangsa Palestina merupakan bangsa yang pertama memberikan dukungan moril mendukung kemerdekaan RI tahun 1945. Saat kita menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.  Palestina yang kala itu merupakan negara yang aman dan damai telah memberikan dukungannya atas kemerdekaan RI. Kita tahu, Israel baru berdiri menjadi negara pada 14 Mei 1948. Padahal, tidak banyak negara luar yang mengakui kemerdekaan RI saat itu. Apalagi, Indonesia yang notabenenya adalah negara jajahan Belanda dan berlanjut menjadi jajahan Jepang sedang mengalami masa sulit. Kondisi masyarakat Indonesia saat itu mungkin sama dengan kondisi rakyat Palestina saat ini. Jangankan untuk memilikirkan pekerjaan mencari uang, menjalani kehidupan sehari-hari pun sulit dan bahkan terancam nyawanya.

Untuk donasi, dapat disalurkan ke Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) wilayah Kepulauan Riau, Bank Syariah Mandiri (BSM), Kode Bank 451. Nomor Rekening: 7017-2342-04 (an. KNRP Kepri). Mohon setelah mentransfer untuk konfirmasi ke nomor HP: 0852-7227-6756. Duka palestina, duka kita semua...



Ini Dia Tim Sepakbola Amatir di Kepri

May 07, 2018
Tidak dapat dipungkiri, sepakbola profesional biasanya  kadang diawali dari sepakbola amatiran. Hal ini karena untuk menuju profesional, tentu harus banyak persiapan dan kelengkapan yang harus dipenuhi. Contoh persyaratan yang harus dipenuhi sebuah klub profesional diantaranya adalah harus memiliki stadion tetap sebagai home base tim dan memiliki manajemen pengelolaan keuangan klub yang telah diakui oleh lembaga akreditasi. Untuk di Provinsi Kepri, Tim seperti PS Bintan dan Kepri Jaya 757 FC merupakan salah satu contoh tim profesional yang akan berlaga di Liga 3 Tahun 2018. Sehingga, tidak heran jika Stadion Utama Dompak dan Stadion Utama Busung akan digesa untuk menjadi Home Base dari kedua klub kebanggaan pulau Bintan tersebut.

Disamping itu, Pulau Bintan sesungguhnya memiliki banyak tim sepakbola, terutama tim sepakbola amatir yang juga sekaligus menjadi tempat Sekolah Sepak Bola (SSB) bagi generasi muda untuk mengembangkan minatnya dalam olahraga sepakbola, diantaranya adalah:

1. AK FC
2. Shark FC
3. PAJ FC
4. Jurnalis FC
5. Lang Buana FC
6. Gucci FC
7. Removesion FC
8. FBC
9. Persatuan Sepak Bola Tanjungpinang dan Sekitarnya (PSTK)
10.  Bina Mitra FC
11. PSGK
12. Bintan Muda FC
13. Family FC
14. Polres Bintan FC
15. Porges FC
16. Pormas FC
17. Elang Laut FC
18. Mitra Singkep FC
19. Praja Wibawa FC
20. Porkamel FC
21. POMP FC
22. PAJ FC
23. IPKBS FC
24. Dares FC
25. Cobra Merah FC
26. BSC FC
27. Tembeling FC
28. AS Hitam FC
29. Indra Sakti FC
30. Sumber Karya FC
31. Madong FC
32. PSDS Gunung Kijang
33. Sekatap FC

Semoga sepakbola provinsi Kepri akan terus maju dan berjaya dilevel Nasional, sebagaimana tim-tim kebanggaan dari provinsi lain di luar Kepri.