Showing posts with label Kabar Wisata. Show all posts
Showing posts with label Kabar Wisata. Show all posts

Lendot siput Khas Tanjung Balai Karimun

May 28, 2018

Kuliner provinsi Kepri tidak akan ada habisnya jika dibahas. Diluar pulau Bintan, ada makanan Lendot yang berasal dari Karimun. Makanan lendot  ini merupakan makanan spesial dan khas dari tanjung balai  Karimun. Makanan lendot siput ini merupakan sayuran sebagaimana sayur nya dari sayur kangkung dan bayam. Hanya saja perbedaannya terletak pada kuah yang menemaninya. Kuah pada Lendot siput ini tidak cair sebagaimana umumnya,tetapi memiliki tekstur lendir. Ya, dan ini juga bisa dikatakan  mirip seperti lem. Dari lendir inilah sehingga warga setempat menyebutnya dengan lendot siput makanan khas tanjung balai karimun.bagi yang menyukai lendot siput jangan segan untuk mencicipi dicoastal area tanjung balai karimun. Makanan lendot siput ini Lendir ini  juga merupakan bahan olahan dari sagu yang sudah  dihaluskan menjadi tepung.

Menikmati sayuran dengan kuah yang lendir seperti ini menghadirkan sensasi tersendiri. Rasanya pun sungguh memikat dan enak. Lendot siput ini juga menambah Campuran udang dan teri di dalamnya semakin menambah selera bagi peminat yang menginginkannya,Terlebih lagi dengan tambahan bumbu cabai sebagai pembentuk rasa pedas. Lendot siput  bisa ditemukan dimana saja. Makanan ini tidak dijual sebagaimana jajanan lainnya seperti bakso dan sejenisnya. Namun ada beberapa yang tetap melestarikan makanan khas Melayu dari tanjung balai karimun. Jika ingin mencicipin lendot datang saja ke tanjung balai karimun. Cukup mudah untuk menemukannya, tanyakan saja kepada warga sekitar karena sudah sangat dikenal oleh warga setempat di tanjung balai karimun. lendot dikenal juga sebagai makanan persahabatan. Di Pulau, mana sajapun setiap ada kegiatan kumpul-kumpul atau reuni arisan  khususnya wanita, biasanya memasak lendot sudah menjadi ritual rutin. Makanan ini seringkali menjadi pilihan mereka sebagai pelengkap sambil melepas kangen. Lendot memang menjadi primadona bagi para wanita di pulau ini dan di daerah tanjung balai karimun.

Tekstur lendir pada Lendot siput ini tidak bisa tahan lama. Sehingga tidak bisa dibawa sebagai oleh-oleh ke luar daerah. Meski begitu masih tetap bisa dinikmati jika dikonsumsi ditempat. Anda tertarik?

Penulis: meli haryanti 

Mengenal Tanjak Betuah Tanjungpinang

May 27, 2018

Indonesia memiliki budaya, suku, dan adat yang begitu banyak. setiap budaya, suku dan adatnya sangat berbeda-beda misalkan adat jawa yang dimana memiliki penutup kepala yang khas dan juga bali misalkan, dan tak kalah juga adat melayu juga memiliki penutup kepala yang khas, disebut dengan “TANJAK”. Pada zaman dahulu tanjak digunakan di kalanagan kerajaan tidak sembarangan orang memakai penutup kepala tersebut. dikarenakan, setiap Tanjak memiliki makna dan kesan kewibawaan dan status social yang berbeda saat memakainya, semangkin tinggi jenis tanjaknya semangkin tinggi juga kedudukannya di masyarakat bahkan di kerajaan.Misalkan Tanjak orang Kerajaan dengan rakyat biasa sangatlah berbeda. dengan demikian Tanjak bukanlah orang sembarangan yang memakainya. Sedikit menyinggung dengan asal muasal Tanjak, pada zaman kerajaan melayu dahulu, Tanjak ini di pakai oleh orang kerajaan maupun rakyat supaya kelihatan rapi pada waktu menghadap Raja, Sultan, dan pemuka-pemuka adat yang tersanjung. Tanjak juga di buat dalam bermacam-bentuk dengan nama-nama tertentu. Bermacam-macam nama Tanjak atau tengkolok menjadikan tanjak banyak modelnya.
Namun kini, Tanjak sangat popular dan diminati berbagai kalangan. jika dulu Tanjak hanya di pakai di kalangan kerajaan dan dalam acara-acara tertentu, tapi sekarang tanjak diminati mulai dari kalangan remaja hingga dewasa di Kepulauan Riau. Dengan adanya tren ini menjadikan pengrajin-pengrajin Tanjak di Tanjung Pinang berinovatif dan berkreatif membuat berbagai bentuk Tanjak dan berbagai dari bahan yang mudah di lipat, yang dimana dahulu Tanjak bentuknya keras dan tidak Mudah di lipat, tren ini Menjadikan pengrajin Tanjak berinovasi dalam memproduksi Tanjak salah satunya Tanjak Bertuah yang memiliki trending sendiri di Kepulauan Riau.
Awal mula berdirinya Tanjak betuah di Tanjung Pinang dengan adanya festival Pulau penyengat disitulah ide pengrajin Tanjak ini dimulai Pertama Tanjak betuah ini berdiri di tahun 2016. Dengan moment terebut pemilik usaha menjadikan Tanjak sebagai usahanya hingga sekarang, jika di lihat di tempat lain misalkan bali turis-turis manca Negara bangga memakai penutup khas kepala disana. Tidak menutup kemungkinan Tanjak betuah juga bisa pepuler di kepulauan riau supaya turis-turis dari manca Negara juga bangga memakai Tanjak dari kepulauan riau. pemilik usaha berkreatif menjadikan tanjak mudah di bawa dan lebih simple lagi hingga mudah di pakai. Proses pembuatan Tanjakpun tidak membutuhkan waktu lama, pemilik usaha Tanjak bertuah banyak memproduksi jenis-jenis tanjak yang sederhana.
Berbeda dengan Tanjak jenis kerajaan-kerajaan dahulu dikarenakan tanjak dulu memiliki tingkat yang sangat sulit, Dimana tanjak dahulu memiliki simbol-simbol dan makna semangkin banyak lipatan dan semangkin sulit jenis tanjaknya semangkin tinggi kedudukan sosialnya. Bahkan warna yang digunakan tidaklah sembarangan karena warna juga memiliki maksud dan makna berbeda. Tanjak bertuah ini lebih banyak memproduksi jenis tanjak urban dengan berbahan kartun sehingga tanjaknya terlihat keren dan kekinian tetapi ada juga jenis tanjak yang menggunakan bahan tertentu yaitu kain songket melayu, tetapi tidak di khawatirkan lagi tanjak betuah ini sangat diminati di kalangan remaja dan dewasa karena gaya dan jenis Tanjak yang bagus.
Penulis : Entya adista (Pemerhati budaya melayu)

Sisi Lain Natuna : Si Pulau Tujuh

May 27, 2018

Pulau Natuna memang sudah tidak asing lagi di telinga, karena natuna memiliki banyak pulau-pulau yang mempunyai keindahan tersendiri. Natuna mempunyai beberapa tempat wisata yang sekarang lagi hits salah satunya yaitu gunung gundul, pulau akar, bukit kapur dan pantai teluk selahang yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh masyarakat natuna.
Natuna sering disebut dengan pulau 7. Kenapa disebut dengan pulau 7? Karena natuna memiliki 7 pulau yang berpenghuni di antaranya : Ranai, Sedanau, Pulau Tiga, Pulau Laut, Serasan, Midai, dan Kelarik. Jarak antara pulau ke pulau tidak lah jauh, hanya beberapa jam menggunakan kendaraan laut (Pompong) dan juga bisa menggunakan kendaraan darat.
Tempat wisata lainnya yang berada di natuna yaitu Alif Stone Park, Pulau Senoa, Pulau sahi, Batu Madu, Pantai Cemaga, Pantai Sahi, Pantai Sahi, Pantai Sisi, Batu Kasah dan satu lagi Masjid Agung.
Masjid Agung menjadi tempat wisata karena bentuknya yang megah dan hampir mirip sekali dengan Tajmahal. Masyarakat sekitarnya sering menyebutnya dengan sebutan Tajmahal Natuna.
Di Natuna masih banyak pulau yang akses jaringan internetnya masih susah dan sulit dijangkau. Natuna sering di sebut akan kaya dengan sumber daya alamnya, karena natuna merupakan pengasil gas dan minyak bumi terbanyak.
Natuna juga kaya akan sumber hasil laut, karena disana rata-rata masyarakatnya banyak menjadi nelayan. Mereka memilih bekerja jadi nelyan karena penghasilannya yang lebih besar.
Natuna dekat sekali dengan perbatasan antara laut Vietnam, maka dari itu natuna sangat di jaga ketat oleh TNI. Natuna memiliki terumbu karang dan pasir pantai yang sangat indah dan bersih yang keasliannya masih dijaga. Ada satu lagi, ciri khas makanan natuna yang terbuat dari sagu yaitu (Tabel Mando).
Penulis : Nurhaini (Warga Natuna)

Makanan Olahan dari Sagu Khas Daik Lingga

May 26, 2018

Sebagai daerah  penghasil  sagu, tidak heran jika di  Lingga banyak terdapat makanan yang berbahan utama sagu. Pada  zaman dahulu dimana beras sulit bahkan tidak dijumpai, maka sagu inilah yang menjadi makanan pokok pengganti nasi.  Kabupaten Lingga dalam sejarahnya pernah menjadi Pusat Pemerintahan Kerajaan Lingga, yang hingga kini memiliki warisan berupa perkebunan sagu yang luas sebagai salah satu bahan utama dalam pembuatan berbagai kuliner tradisional daerah ini. Pantas saja makanan dari sagu ini dijadikan bagian yang tak terpisahkan dari bahan makanan utama khas Kabupaten Lingga, makanan tradisional berbahan sagu merupakan ciri khas  bagi masyarakat di Kabupaten Lingga. Makanan dari berbahan sagu ini sebaiknya harus dilestarikan sebab memiliki budaya yang cukup tinggi sejak pada zaman nenek moyang di Kabupaten Lingga telah menjadi tradisi secara turun temurun. Akan tetapi  saat ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat, karena tergerus oleh perkembangan zaman.
Cukup banyak  kuliner dari bahan sagu ini bisa diolah oleh masyarakat kabpuaten lingga, dan selalu disajikan setiap acara-acara resmi ataupun acara adat diantaranya adalah  Laksa, Kempurun, Lendot, Bubur Lambok , Lempeng sagu, gubal, keripik cicin dan masih banyak lagi.  Salah satu makanan yang sekarang masih dijumpai adalah lakse kuah. Makanan ini selain menjadi makanan selingan, dapat juga menjadi makanan utama pada acara-acara tertentu seperti acara nikah kawin, acara kenduri, dan sebagainya. Pada dasarnya lakse kuah ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah mi yang terbuat dari sagu. Kedua adalah kuah yang berbahan dasar santan kelapa dan ikan atau udang yang ditumbuk halus, serta beberapa rempah masakan seperti lada kering, ketumbar, jintan putih, adas manis, bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit. Untuk variasi dapat ditambah irisan mentimun, kecambah, daun kesom yang dihiris halus sebagai penambah aroma, atau sayuran lain sesuai selera. Dan tidak lupa, sambal belacan yang terbuat dari lada kering.
kuliner tersebut walaupun kini masih dapat dijumpai, tapi kemungkinan bila tidak dilakukan inovasi bisa jadi keberadaannya akan sulit ditemui. Maka dari itu beberapa inovasi olahan makanan dengan berbahan baku sagu yang mulai dilakukan adalah dengan membuat Cendol Sagu. Walaupun belum terlalu dikenal masyarakat, namun mungkin saja nantinya kuliner ini akan cukup diminati konsumen,. Sedangkan untuk kuliner lainnya seperti Laksa, makanan tersebut masih cukup banyak diminati oleh konsumen terutama bagi masyarakat Melayu yang saat ini bermukim di perkotaan.
Untuk itu diperlukan pengembangan  dan kreatifitas  agar dapat mempertahankan kuliner tersebut. Bisa dengan membuat makanan modern mie instan dari bahan sagu, bukan hal yang tidak mungkin kalau Ada juga produk laksa instan. Inovasi yang seperti ini perlu mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah. Biar nantinya mendapat respon positif.
Penulis: Salfiana Dewi

Kuliner Bintan: Otak-Otak Tanjungpinang

May 24, 2018

Tanjungpinang terletak di Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau merupakan daerah strategis karena berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia. Pada awalnya kota ini merupakan pusat kerajaan melayu yang kini lebih dikenal sebagai pusat pengembangan seni budaya dan tujuan wisata. Beberapa peninggalan sejarah yang menarik bagi para wisatawan diantaranya makam raja melayu dan Masjid Sultan Riau di Penyengat. Selain itu, Tanjungpinang juga berkembang di bidang industri seperti pembuatan kapal, garmen dan industri perikanan.
Dengan perkembangan yang pesat, kota Tanjungpinang juga mempunyai makanan khas bagi pecinta kuliner yaitu Otak-otak. Otak-otak Tanjungpinang memang berbeda dengan otak-otak yang dijual dan dibuat di daerah jawa, sumatera dan Kalimantan yang dibungkus dengan daun pisang. Sedangkan Otak-Otak Tanjungpinang dibungkus dengan daun kelapa yang berwarna hijau sekalian dengan lidinya, yang masing-masing sisi ujungnya dijepit dengan menggunakan lidi atau staples dan selanjutnya adonan yang sudah dibungkuss tersebut kemudian dibakar dengan menggunakan bara api hingga matang.
Tekstur Otak-Otak Tanjungpinang tidak kenyal tetapi agak lembut karena tidak terlalu banyak memakai tepung sagu. Dengan dibungkus daun kelapa, aroma Otak-Otak Tanjungpinang yang telah dipanggang sangat khas dibandingkan otak-otak dari daerah lain. Otak-Otak Tanjungpinang merupakan sejenis makanan yang terbuat dari ikan yang digiling halus lalu dicampur tepung dan bumbu khusus sehingga terasa guruh saat disantap. Ada 3 jenis otak-otak yang dijual diantaranya otak-otak ikan tenggiri, otak-otak sotong dan otak-otak tulang ikan. Makanan ini dijadikan salah satu kebanggaan khas kepulauan riau karena unk dan rasanya enak. Di Tanjungpinang otak-otak biasa ditemui di berbagai tempat terutama Tepi Laut dan yang paling terkenal lokasinya berada di Pelantar Dua. Harganya sangat terjangkau yaitu berkisar antara Rp. 1.000,- hingga Rp. 2.000,- perbungkus.
Penulis : Fenty Wulan Sary

Antara Natuna dan Belitung

May 21, 2018

Punya hal yang sama dengan pulau Belitung namun natuna masih kalah jauh dengan promosinya. Ada beberapa kesamaan antara natuna dengan belitung, kesamaan inilah yang menjadikan kedua pulau tersebut menarik untuk di bahas, yang paling mecolok adalah memiliki 3 kesamaan flora dan fauna langka antara natuna dan belitung antara lain seperti :

1. Batu Granit
Di Natuna terdapat ladang granit seluas 1.000 Ha lebih. Hamparan batu granit tersebut tersebar di penjuru daratan, pantai, bahkan di atas puncak Gunung Ranai, dan di puncak itulah batuan granit terbesar yang pernah saya lihat. Tapi ketika orang melihat batuan granit pasti yang terlintas dipikiran orang adalah Bangka Belitung, karna tempat tersebut adalah lokasi syuting film Laskar Pelangi yang sangat terkenal di Indonesia. Itulah sebagian fungsi film yang dijadikan ajang untuk promosi, dan semoga film kmrn yg berlokasi dinatuna bisa seterkenal film Laskar Pelangi. Kualitas batu granit Natuna ketika diuji di ITB memiliki 17 keunggulan salah satunya 6 kali lebih keras dari batu granit yg berada dipasaran dunia, namun perhatian terhadap batu granit ini masih minim, bahkan karna kita sering melihatnya didaerah kita/terlalu banyak seolah2 batu ini tak memiliki nilai jual yg tinggi.

2. Batu Satam ( batu meteorit )
Menurut wikipedia batu ini merupakan batuan khas Indonesia yang ditemukan di Bangka Belitung dan sudah menjadi ikon di daerahnya. Tapi sebenarnya batu ini juga terdapat di Natuna dan Kadis Pariwisata Kepri telah memasukan batu satam sebagai salah satu khazanah khas Kepri. Bahkan mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan para pegawai di pemkab itu untuk mengenakan cincin batu akik dari Natuna Khusus menjelang STQ tingkat Provinsi 2015, tujuannya untuk mempromosikan batuan langka ini yg hanya ada di Natuna dan Belitung. Batu ini pernah ditemukan juga di Malaka, Solo, Australia, Cekoslovakia, dan Arabia tapi setelah itu tidak pernah ditemukan lagi kecuali di Natuna dan Belitung. Menurut wiki batu ini sangat langka terbentuk dari proses alam akibat tabrakan meteor dengan lapisan bumi yang mengandung timah tinggi yg terjadi jutaan tahun yang lalu.

3. Burung Bayan (Beyien)
Penyebaran jenis burung ini yaitu di Natuna, Bintan, Karimata, dan Belitung. Ini adalah burung bayan bernama latin Psittacula longicauda defontainei.

kok bisa sama? Apakah jutaan tahun lalu Natuna dan Belitung adalah satu pulau yg menyatu?? tapi promosi dari Natuna masih Kalah dibanding bangka sehingga orang taunya itu dari bangka. Namun akhir – akhir ini destinasi dan promosi di natuna mulai menunjukan tajinya sperti banyaknya objek wisata baru dan juga terlaksananya syuting film yang di ambil di pantai sejuba dengan judul “ jelita sejuba “ film ini adalah film perdana dari natuna.

Penulis: Iqbal ma'arif (Fotografer dan Penulis asli Natuna)

Pesona Pemandian Air Panas Dabo

May 21, 2018

Selain pulau Bintan, dibelahan pulau lain di provinsi Kepri ini banyak sekali menyimpan pesona keindahan pariwisatanya. Pemandian air panas Dabo Singkep merupakan salah satu alternatif tempat wisata yang terdapat di kabupaten Lingga provinsi Kepulauan Riau, lebih tepatnya terletak di Pulau Singkep. Tempat wisata yang satu ini merupakan alternatif wisata selain pantai, air terjun, ataupun gunung, yang dapat Anda kunjungi bersama keluarga, teman, maupun kekasih.  berjarak kurang lebih sekitar 3 km dari pusat Kota Dabo Singkep. Suasanya sekitar pemandian yang tenang dan asri membuat pemandian ini selalu ramai dikunjungi terlebih pada saat hari libur.

Air panas yang terdapat dalam pemandian ini berasal dari sumber mata air belerang asli. Sehingga selain dapat digunakan untuk sarana mandi ataupun berendam, pemandian air panas ini juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengobati berbagai jenis penyakit kulit, seperti misalnya gatal-gatal. Kandungan belerang alami yang terdapat dalam kolam pemandian, membuatnya dapat dimanfaatkan untuk tempat merefleksikan diri. Pemandian yang terletak di bawah rerimbunan pohon, membuatnya menjadi lebih rindang dan lebih alami. Sehingga membuat pengunjung menjadi lebih nyaman untuk mandi di tempat ini.

Di pemandian air panas Dabo Singkep ini, telah tersedia 3 kolam air dengan masing-masing kolam memiliki suhu yang berbeda. Satu kolam bersuhu rendah, satu kolam bersuhu sedang, dan satu yang lain bersuhu tinggi. Di pemadian ini, juga telah tersedia kolam yang khusus untuk anak-anak. Selain tersedianya kolam pemandian, wisata ini juga telah menyediakan beberapa gazebo serta pondokan yang dapat Anda manfaatkan untuk tempat bersantai sembari beristirahat setelah mandi, berenang maupun bermain air. Selain itu, pemandian air panas Dabo Singkep ini juga telah dilengkapi dengan kantin yang menyediakan berbagai macam makanan. Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir jika merasa kelaparan. Fasilitas pendukung lain yang telah ada di tempat pemandian ini ialah kamar mandi, mushola serta tempat parkir.  Mengingat jumlah pengunjung yang semakin meningkat setiap tahunnya, hingga saat ini pengelola pemandian air panas ini masih mengupayakan untuk mendirikan villa atau penginapan. Villa tersebut nantinya dapat digunakan sebagai tempat bermalam bagi pengunjung di area sekitar pemandian.

Di kawasan wisata pemandian air panas Dabo Singkep ini menyediakan berbagai tempat indah yang dapat Anda jadikan sebagai spot foto. Anda dapat berfoto di sekitar kolam pemandian, Anda dapat berfoto di dalam air, karena kondisi air yang sangat jernih, atau Anda juga bisa berfoto di sekitar gazebo atau tempat istirahat, karena pemandangan sekitar pemandian masih sangat asri. Untuk bisa sampai ke tempat wisata pemandian air panas Dabo Singkep ini, Anda harus menempuh perjalanan dengan menggunakan kapal dari Tanjung pinang hingga ke pulau Singkep. Setelah itu, perjalanan dapat Anda teruskan dengan menempuh jalur darat. Anda dapat menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat untuk bisa sampai ke wisata pemandian air panas Dabo Singkep ini, dengan lama perjalanan kurang lebih sekitar 20 menit. Di sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang menarik serta perkebunan-perkebunan milik warga sekitar. Sehingga perjalanan Anda tidak akan membosankan.

Penulis : Indra (Warga Kabupaten Lingga)

Sekilas Tentang Natuna

May 21, 2018

Natuna adalah salah satu kabupaten yang terletak dibagian utara. Kabupaten natuna mempunyai 12 Kecamatan, natuna juga tidak kalah dari tempat-tempat yang lain yang mempunyai tempat wisata. Natuna juga mempunyai berbagai tempat wisata seperti pulau senoa, pantai tanjung, pantai batu kasah, dan pantai sujung serta masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

Para wisata datang ke natuna disambut dengan keindahan pantai yang ada dinatuna, pantai yang bersih dan masih belum ada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang mengganggu laut sekitarnya. Natuna juga menyediakan berbagai kuliner seperti kernas,tabel mando dan bubur pedas yang tak kalah enak dengan wisata kuliner yang lain.

Natuna juga menjadi spot diving dan snorkeling yang bertepatan di pulau senoa, para pengunjung bisa menikmati indahnya bawah laut dipulau ini dan batu karang yang masih bagus. Udara di natuna juga masih segar dikala pagi karena disana belum terlalu padat dengan kendaraan dan pohon-pohon juga masih banyak.

Para wisata tidak akan pernah terlupakan hal-hal yang membuat mata kita disuguhkan dengan indahnya pantai dan bebatuan di sana. Kendaraan untuk sampai ke natuna bisa menggunakan pesawat dan kapal laut.

Foto: Iqbal Ma'arif (Komunitas fotografer Natuna)

Kabar Wisata: Jajanan Kuliner Rimba Tanjungpinang

April 29, 2018

Membicarakan tentang wisata, rasanya tidak sah jika kita tidak membahas tentang kulinernya. Dari dulu sampai sekarang jajanan pasar gak pernah ketinggalan jaman, apalagi dijaman modern seperti sekarang ini. Banyak jajanan tradisional yang diubah jadi lebih kekinian dan sekarang sudah ada pasar jajanan sendiri yang disebut foodcourt. Ditanjungpinang untuk saat ini sudah ada foodcourt dan tempat yang paling sering dikunjungi ialah Rimba Jaya Foodcourt karna selain jajanan yang banyak dan harganya cukup ekonomis dikantong, Rimba Jaya juga menyediakan untuk makanan berat yang disebut Cangkir (akau rimba). Sebuah lokasi destinasi wisata kuliner yang perlu dikunjungi saat kita berwisata ke pulau Bintan.

Jajanan yang dijual beragam, mulai dari jajanan tradisional sampai modern, untuk saat ini jajanan yang lagi hitz adalah es kepal milo yang pupoler dari negri tetangga Malaysia, es ini populer karna coklatnya yang banyak, rasa milonya yang super nendang, dan dilengkapi topping seperti Coco Crunch, kacang, dll. Jajanan dirimba dinominasi oleh jajanan modern seperti Thai Tea, Crepes, Burittos, Burger, Mini Pancake, Bola Ubi, Dimsun, Takoyaki, Okonomiyaki, Es Kepal Milo, Frozen Yogurt, dll.

Jajanan dimulai dari harga 10.000-35.000 untuk jajanan yang harganya 35.000 biasanya terbuat dari bahan yang mahal seperti ikan Dori. Untuk minuman harganya tergolong murah, biasanya 15.000 untuk segelas Thai Tea, 8.000 untuk segelas teh poci, 15.000 untuk Taiwan Tea dan 8.000 untuk air tebu.

Dulu sebelum ada Rimba, Melayu Square dan Akau Potong Lembu yang sering dikunjungi. Untuk Melayu Square dan Akau khusus menjual makanan berat dan minuman-minuman seperti kopi, teh, teh tarik, milo,dll. Untuk makanan biasanya menjual nasi goreng, ikan bakar, ayam bakar, sate, gong-gong, dll. Untuk harga dimulai dari 15.000-... , karna makanan yang diakau dan melayu square di nominasi oleh seafood dan cemilan-cemilan yang harganya cukup mahal.

Untuk saat ini, jajanan di Rimba masih menjadi pilihan pertama karna makanan yang dijual kekinian dan harganya pas dikantong dan makanan yang dijual juga enak. Rimba juga menyediakan tempat permainan seperti sepeda-sepeda dan pasar malam dibelakang akau rimba


Penulis / kontributor : Nurul Zarin Annabah

Vihara Patung Seribu Tanjungpinang

April 13, 2018
Pulau Bintan terus menggali potensinya, termasuk potensi wisata religi dan budaya. Adalah yayasan Ling Shan Ji Yu Si mengelola vihara Ksitigarbha Bodhisattva Tanjungpinang atau lebih dikenal dengan vihara patung 1000 menjadi alternatif wisata yang patut dikunjungi pada saat berkunjung ke pulau bintan. Buka setiap hari, mulai pukul 08.00 wib pagi hingga jam 5 sore. Biaya tiket masuk Rp.5.000 per orang.
Selain menyuguhkan patung-patung yang banyak mengandung makna religi, didalam vihara ini juga menyediakan tempat untuk berselfie ria. Lokasinya pun memanjakan para pengunjung. Nuansa etnis tionghoa atau china sangat kental. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang menyematkan lokasi sedang berada di luar negeri dan tidak menyangka bahwa lokasi ini ternyata ada di Bintan. Lantas, tunggu apa lagi. Lokasi vihara ini ada di jalan nusantara km.13 arah kijang.

Cara menuju lokasi jika menggunakan angkot, bilang saja kesupir angkot minta diantar ke vihara patung 1000. Karena rute/trayek memang belum ada atau sangat jarang menuju lokasi.

Wisata ke Minizoo Kijang

March 02, 2018
Kehidupan hewan yang unik dan menarik tentu patut untuk di lestarikan. Salahsatunya melalui sebuah upaya konservasi. Nah, bagi anda yang ingin menikmati akhir pekan dengan sesuatu yang beda, anda dapat pergi berwisata ke Minizoo Kijang.
Minizoo dengan luas sekitar 1.5 ha ini berada di samping masjid raya Kijang dan danau kota kijang. Koleksi hewan yang dipelihara meliputi Hewan jenis unggas (burung, ayam merak dll), ular, ikan, buaya, rusa,monyet, beruang, rusa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Buka setiap hari. Dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore dan tidak dipungut biaya. Alias gratis. Hanya saja, pengunjung wajib mengikuti aturan yang diberlakukan oleh pengelola minizoo.
Jangan lupa, jaga kebersihan minizoo ya!

Turis Tiongkok Ramai Kunjungi Bintan

February 26, 2018

Menjelang dan Setelah Imlek Tahun 2018 ini Pulau Bintan khususnya Kota Tanjungpinang didatangi oleh ribuan turis yang sebagian besar berasal dari Tiongkok. Tercatat penerbangan Carter dari Tiongkok ke Tanjungpinang (PP) dengan pesawat Sriwijaya Air (SJ2086) sebanyak dua pesawat dan Pesawat Citilink mendarat langsung di bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Menurut kabar dari Batampos.co.id Senior Manager Charter Bussiness and Operational Citilink Indonesia, Teddy Rezariansyah menyatakan, sudah menjadi komitmen maskapai tempatnya bekerja untuk turut menunjang pembangunan pariwisata di Indonesia. Karena itu, kali ini Citilink tetap melanjutkan layanan carter pesawat dari Tiongkok ke Tanjungpinang sebagaimana tahun lalu.

“Ini bukan yang pertama penerbangan langsung dari Chongqing ke Tanjungpinang. Kami berharap nanti bisa jadi penerbangan reguler dan bukan carter lagi. Di Manado dan Bali sudah melakukan itu,” ungkap Teddy. Dari tinjauan pangsa pasar, sambung Teddy, antusiasi wisman Tiongkok ke Indonesia, Kepri khususnya, cukup tinggi. Utamanya wisata bahari yang kini menjadi primadona di sejumlah kabupaten di Kepri. Karena itu, Teddy merasa sudah sepatutnya bisa mulai dipertimbangkan penerbangan langsung internasional menjadi penerbangan reguler yang rutin.